PATRANG, Halo Jember - Jember masih kekurangan jumlah dokter, apalagi dokter spesialis.
Saat proses CPNS yang terakhir, di Jember saja, dari 30 formasi tenaga kesehatan (nakes) yang tersedia, baru terisi 17.
Hal itu disampaikan langsung Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, Sukowinarno.
"Kita memang menyiapkan 30 formasi untuk nakes yang terisi hanya 17. Sebetulnya Jember itu, kekurangan dokter spesialis maupun dokter umum. Kenapa tidak terisi? Karena memang tidak ada pendaftarnya," katanya, saat ditemui, Kamis (22/5).
Suko menyampaikan, kekurangan dokter itu tidak hanya terjadi di Jember, namun banyak di berbagai kabupaten/kota.
Namun demikian, ia juga mengutarakan rencana Bupati Jember Muhammad Fawait terkait opsi menyekolahkan dokter umum untuk bisa menjadi dokter spesialis.
Rencananya itu dengan beasiswa dan sejumlah kontrak kerja.
Selain itu juga melalui opsi diberikan kesempatan dengan biaya mandiri.
"Jadi terkait dokter ini memang sudah jadi kebutuhan di setiap rumah sakit. Kekurangan itu hampir merata terjadi di berbagai daerah. Tapi gus bupati merencanakan dua opsi tadi untuk mengisi kekurangan dokter di Jember," tambah Suko.
Catatan Dinas Kesehatan Jember, sejauh ini, ada sekitar 198 dokter spesialis yang bertugas di semua fasilitas kesehatan di Jember.
Jumlah itu, jauh belum ideal dengan jumlah penduduk Jember yang mencapai 2,6 juta jiwa.
Padahal seharusnya dengan jumlah penduduk itu, harus tersedia sekitar 500 dokter spesialis.
Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkab Jember pada seleksi CPNS formasi nakes di masa mendatang. (mau/kin)
Editor : Sidkin