HALOJEMBER – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Tengah.
Kali ini, Bupati Pekalongan periode 2021-2026, Fadia Arafiq, diamankan tim penyidik KPK dalam sebuah operasi senyap yang dilakukan pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026.
Penangkapan ini mengejutkan publik Pekalongan, mengingat Fadia Arafiq baru saja ditetapkan sebagai pemenang Pilkada 2024 pada Januari 2025 lalu untuk periode selanjutnya (2025-2030).
Detail Penangkapan dan Penyegelan:
Menurut pantauan, Fadia Arafiq bersama sejumlah pihak lainnya, termasuk pejabat kepala dinas, diamankan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Tim KPK langsung melakukan tindakan tegas dengan menyegel ruang kerja Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), dan lima ruangan kantor dinas lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan pada Selasa pagi.
Fadia Arafiq dilaporkan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa pukul 10.23 WIB untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Situasi Politik dan Latar Belakang:
Penangkapan ini mengguncang situasi politik di Kabupaten Pekalongan.
Fadia Arafiq, yang merupakan politisi dan anak dari penyanyi dangdut legendaris A Rafiq, dikenal memiliki pengaruh kuat di wilayah tersebut.
Dampak pada Pemerintahan:
Penangkapan ini menimbulkan kekosongan kepemimpinan di tingkat tertinggi kabupaten, yang langsung direspons oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan menekankan pentingnya birokrasi yang bersih.
Ketegangan Politik:
Situasi politik di Kabupaten Pekalongan memang sedang disorot, terutama setelah kejadian penembakan rumah anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP, Nur Fatwa, di Kedungwuni pada pertengahan Februari 2026, yang menambah daftar panjang ketegangan di daerah tersebut.
Proyek Pengadaan:
OTT ini diduga berkaitan dengan "suap ijon proyek" atau suap pengadaan barang/jasa, modus klasik yang masih sering terjadi.
Langkah Lanjutan KPK:
KPK menegaskan bahwa OTT ini merupakan bagian dari komitmen pemberantasan korupsi di tingkat daerah. Pihak penyidik saat ini sedang mendalami aliran dana dan menetapkan tersangka lebih lanjut dari pihak-pihak yang diamankan.
"KPK masih bekerja, ruangan-ruangan penting sudah disegel untuk keperluan penyidikan," ujar sumber lapangan. Saat ini, situasi di kantor Pemkab Pekalongan dijaga ketat oleh pihak keamanan
Editor : Hariri HJ