HALOJEMBER - Taufik Hidayat (30) dikenal sebagai mantan mata elang atau debt collector yang memiliki karakter temperamental.
Tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya, YTR (29), ini pun resmi ditahan di sel khusus Polda Jawa Barat setelah sempat buron.
Kasus yang menyita perhatian publik ini mengungkap sisi kelam pelaku yang ternyata merupakan seorang mantan debt collector, profesi yang di kalangan masyarakat sering dikaitkan erat dengan istilah jalanan "mata elang".
Mata Elang Taufik Hidayat
Dalam penyelidikan kepolisian, terungkap latar belakang profesi Taufik yang menjadi faktor pendukung kelihaiannya bersembunyi dan bertindak kasar.
Mantan Debt Collector: Kapolda Jawa Barat menegaskan bahwa Taufik adalah mantan mata elang atau debt collector.
Di Indonesia, profesi pencari kendaraan menunggak ini populer dengan julukan "mata elang" karena kemampuan mereka mengintai target di jalanan.
· Keterlibatan Jaringan: Karena rekam jejaknya di dunia penagihan utang, Kapolda Jabar sampai membentuk tim khusus lintas direktorat (Siber, Kriminal Umum, Kriminal Khusus, dan Narkoba) untuk menyelidiki apakah ada mantan rekan kerja atau jaringan "mata elang" lainnya yang membantu menyembunyikan pelaku selama pelarian.
· Selain itu, Taufik dikenal punya Karakter Temperamental:
Berdasarkan kesaksian penjaga dan penghuni kos tempat mereka tinggal, Taufik dikenal sangat tertutup namun memiliki temperamen yang meledak-ledak.
Ia bahkan dilaporkan merupakan seorang residivis yang pernah dipenjara sebelumnya akibat kasus penganiayaan terhadap mantan istrinya.
Kondisi Terkini Korban (YTR)
Sementara itu, korban hingga berita ini ditulis, masih berada di bawah perawatan intensif di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa YTR mengalami luka berat di sekujur tubuh, patah gigi, hingga kerusakan mata kiri akibat hantaman benda keras dan besi.
Tim dokter RSHS Bandung sedang merencanakan operasi rekonstruksi wajah bertahap untuk memperbaiki kerusakan fisik korban, meski tim medis mengakui sangat sulit bagi wajah korban untuk kembali sempurna seperti sedia kala.
Editor : Hariri HJ