HALO JEMBER-Sidang artis Nikita Mirzani, kamis (14/8) ternyata tidak hanya menyita perhatian publik. Tetapi juga menggerus harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA.
Secara tak terduga, saham bank dengan kode BBCA ini anjlok 1,68% pada hari itu dan kembali merosot 0,85% keesokan harinya.
Hingga saat ini terpantau di angka Rp. 8.700 yang berada dibawah level Rp. 9.000 per saham, Senim (18/8)
Penurunan ini terbilang janggal, sebab kinerja keuangan BCA sejatinya tak bermasalah. Lalu, apa penyebabnya?
Ternyata, sentimen negatif yang mencuat di persidangan jadi biang keroknya.
Dalam persidangan nikita mirzani, dia mengaku bahwa data rekeningnya diungkap di muka umum tanpa izin membuat nasabah khususnya nasabah prioritas, merasa khawatir akan keamanan data mereka. Kekhawatiran ini lantas memicu reaksi di pasar modal.
Banyak investor yang menilai insiden ini bisa memengaruhi kepercayaan nasabah terhadap BCA.
Meskipun bank tersebut adalah salah satu yang terbaik di Indonesia, isu kebocoran data adalah hal yang sangat sensitif.
Namun, beberapa analis pasar modal berpendapat bahwa penurunan ini hanya bersifat sementara. BCA dikenal memiliki fundamental yang kuat dan kepercayaan publik yang tinggi.
Mereka yakin, selama bank mampu memberikan penjelasan yang memadai dan meyakinkan nasabah, harga sahamnya akan pulih kembali.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi perbankan di Indonesia.
Baca Juga: Panduan Lengkap Mengakses dan Menggunakan Aplikasi PINTAR Bank Indonesia untuk Penukaran Uang Rupiah
Di era digital ini, kepercayaan nasabah bukan hanya soal pelayanan yang baik, melainkan juga soal perlindungan data yang ketat.
Siapa sangka, sebuah pengakuan di persidangan bisa berdampak langsung pada pergerakan pasar saham?
Penulis: Risco Agustin Megananda
Editor : Dwi Siswanto