Halojember – Kreator konten Fransiska Candra Novitasari atau yang dikenal sebagai Siskaeee menyoroti lambatnya penanganan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Kritik itu disampaikan melalui akun X pribadinya.
Siskaeee mengunggah ulang rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penyerangan terhadap Andrie Yunus.
Dalam video tersebut, korban diserang dua orang yang berboncengan sepeda motor di jalan.
Melalui unggahan itu, Siskaeee menilai wajah terduga pelaku terlihat cukup jelas dalam rekaman yang beredar.
Baca Juga: AIR KERAS DI UJUNG JARI: MENGAPA "SENJATA" PENYERANG ANDRIE YUNUS BEGITU MUDAH DIDAPAT?
Karena itu, dia mempertanyakan mengapa pelaku belum juga tertangkap.
“Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1x24 jam ga ketangkep,” tulisnya melalui akun @Vvip_siskaeee.
Dalam unggahan yang sama, Siskaeee juga membandingkan kasus tersebut dengan perkara hukum yang pernah menjerat dirinya.
Dia menyindir aparat kepolisian yang dinilai cepat mengungkap kasus yang melibatkannya.
“Giliran bokepku pake masker kacamata topi dll bisa tuh nangkep xixixi,” tulisnya.
Komentar itu merujuk pada kasus produksi film dewasa yang menjerat Siskaeee pada akhir 2023 di Jakarta Selatan.
Saat itu, dia ditangkap polisi setelah diduga terlibat dalam pembuatan film porno.
Kasus yang disorot Siskaeee terjadi pada Kamis malam (12/3) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Baca Juga: SAINS DI BALIK LUKA: BAGAIMANA AIR KERAS MELUMAT TUBUH ANDRIE YUNUS?
Andrie Yunus diduga menjadi korban penyiraman cairan berbahaya oleh orang tak dikenal saat sedang mengendarai sepeda motor.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurut dia, korban telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Berdasarkan penyelidikan sementara, korban diduga disiram cairan dari arah depan hingga terjatuh dari sepeda motor.
Baca Juga: MENGUNGKAP OTAK PENYERANGAN ANDRIE YUNUS: JEJAK "DWIFUNGSI" DI BALIK BOTOL AIR KERAS
Setelah kejadian, Andrie meminta bantuan rekannya untuk dibawa ke rumah sakit dan kemudian menjalani perawatan di instalasi gawat darurat RSCM.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi