Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sering Diucapkan tapi Jarang Dipahami, Ini Alasan Lebaran Disebut sebagai Hari Kemenangan

Yulio Faruq Akhmadi • Rabu, 25 Maret 2026 | 16:11 WIB
ilustrasi sejarah islam (istimewa)
ilustrasi sejarah islam (istimewa)

HALOJEMBER – Istilah “Hari Kemenangan” kerap digunakan untuk menyebut Idul Fitri. Namun tidak semua orang memahami makna di balik sebutan tersebut.

Bagi sebagian orang, Lebaran identik dengan momen berkumpul dan menikmati hidangan. Padahal, ada nilai spiritual yang menjadi dasar dari perayaan ini.

Ustaz Ahmad Ridwan menjelaskan bahwa Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan karena menandai berakhirnya ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan diri dari berbagai hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.

“Kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan melawan hawa nafsu,” jelasnya.

Menurutnya, selama Ramadan, umat Muslim dilatih untuk menahan diri, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan ibadah.

Ketika mampu menjalani proses tersebut dengan baik, maka Idul Fitri menjadi simbol keberhasilan.

“Ini bukan kemenangan fisik, tapi kemenangan spiritual,” ujarnya.

Selain itu, Lebaran juga menjadi momen untuk kembali ke fitrah, yaitu keadaan suci setelah memohon ampunan.

Tradisi saling memaafkan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

“Dengan saling memaafkan, kita berusaha kembali bersih, baik secara spiritual maupun sosial,” katanya.

Ia menambahkan, makna kemenangan tidak hanya berhenti pada momen Lebaran, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan perilaku yang lebih baik menjadi indikator utama dari keberhasilan menjalani Ramadan.

“Kalau setelah Lebaran tidak ada perubahan, maka perlu dipertanyakan makna kemenangannya,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa Lebaran seharusnya menjadi titik awal, bukan akhir dari proses memperbaiki diri.

“Kemenangan itu harus dijaga, bukan hanya dirayakan,” pungkasnya.

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#hari kemenangan #Lebarab