HALOJEMBER – Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan nilai yang disebut mencapai Rp5,7 miliar.
Di tengah persoalan hukum tersebut, Aisar kemudian memberikan respon melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Ia menyinggung soal perjuangan sebagai perantau sekaligus orang-orang yang disebutnya ingin melihat dirinya jatuh.
Dalam unggahan tersebut, Aisar menulis bahwa dirinya menyadari bahwa tidak semua orang menyukai keberadaannya.
Ia juga menyebut ada pihak yang menunggu dirinya berada dalam kondisi lemah.
“Banyak orang ingin melihat aku jatuh. Mereka menunggu saat aku lemah, berharap aku gagal, bahkan mungkin merasa bahagia ketika melihat aku terluka,” tulis Aisar dalam unggahannya.
Aisar juga menyinggung soal penghianatan dari orang yang dianggap dekat. Ia menyebut ada orang yang terlihat seperti teman, tetapi justru berada di belakang dan menjatuhkannya.
Meski demikian, Aisar mengatakan dirinya akan berusaha bangkit menghadapi persoalan yang sedang terjadi.
“Terluka bukan berarti kalah. Aku mungkin bisa dipatahkan, tetapi aku akan selalu mencari cara untuk bangkit kembali,” tulisnya.
Unggahan itu muncul setelah Aisar dilaporkan sebuah perusahaan agensi di Indonesia ke Polda Metro Jaya pada Senin (14/9/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut.
Menurutnya, laporan berkaitan dengan dugaan perbuatan curang dan saat ini masih diproses oleh penyidik.
“Benar, dilaporkan Senin kemarin terkait dugaan perbuatan curang,” Kata Budi Hermanto kepada sejumlah awak media.
Pihak pelapor menyebut masalah tersebut berkaitan dengan perjanjian investasi antara Aisar dan perusahaan agensi. Kuasa hukum pelapor mengatakan masih terdapat kewajiban sekitar Rp5,7 miliar yang belum terselesasikan
Sebelum laporan dibuat, pihak agensi mengaku telah berusaha menyelesaikan masalah tersebut melalui komunikasi dan tiga kali somasi.
Pihak agensi juga menyebut Aisar juga sempat menyelesaikan sebagian kewajiban melalui pekerjaan dan kehadiran dalam sejumlah acara.
Namun, seluruh tuduhan tersebut masih merupakan laporan dari pihak pelapor dan belum menjadi putusan pengadilan.
Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang diterima.
Sementara itu, melalui unggahannya, Aisar meminta dukungan dan kekuatan untuk menghadapi persoalan yang sedang dihadapinya.
Ia juga menegaskan tidak ingin membalas pihak-pihak yang dianggap telah menyakitinya.
Kasus ini kini masih berada dalam proses penanganan aparat kepolisian. (MG/MNF)
Editor : Viona Rj