HALOJEMBER- Salah satu hal yang paling identik saat Ramadhan adalah aktivitas buka bersama atau bukber. Tradisi bukber merupakan bentuk silaturahmi bersama keluarga, teman dan kolega.
Tujuan utama dari bukber untuk mempererat hubungan hubungan dan seringkali dimanfaatkan sebagai bentuk dari reuni.
Namun, bagaimana jadinya apabila acara bukber yang identik dengan kebersamaan ini, justru menjadi ajang flexing masing-masing individu?.
Baca Juga: Makam Habib Sholeh Tanggul Jember Ramai Peziarah Saat Ramadan, Ada Apa?
Sejak tahun lalu, ramai diperbincangkan mengenai tren flexing berkedok bukber, dimana fenomena flexing mengacu pada tindakan pamer selama acara buka bersama.
Hal ini mengarah kepada bukber mewah, mengenakan pakaian mewah, dan mengunggah di sosial media untuk menunjukkan gaya hidup atau status tertentu.
Tentu, unggahan tersebut menunjukkan bahwa tren tersebut dianggap menjengkelkan oleh sebagian orang. Dikarenakan menyebutkan harta, karier dan justru mengalihkan esensi dari kebersamaan, membuat ajang saling pamer.
Baca Juga: Tetap Produktif dan Berkah, Intip Tips Berburu Pahala Amalan Wanita Haid Saat Ramadan
Ramadhan ini, tren flexing masih berlaku dan bahkan semakin menjadi-jadi. Alih-alih mempererat tali silaturahmi, bukber ini menimbulkan rasa iri, minder dan menimbulkan persaingan status sosial.
Ramai di berbagai platform, salah satunya X mengenai tren sewa atau custom pembuatan lanyard Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan besar lainnya.
Selain itu, tren sewa Iphone telah bertebaran di segala kalangan. Rata-rata harga penyewaan Iphone mulai dari harga 75.000 hingga 600.000 sesuai dengan waktu sewanya.
Baca Juga: Libur Lebaran 2025 Dimulai Lebih Awal! Ini Jadwal Lengkap Libur Sekolah dan Cuti Bersama
Flexing untuk bukber rupanya tidak hanya Iphone dan lanyard saja, beberapa orang terkadang melakukan flexing pacar dan flexing vespa.
Pada akun instagram @rentalpacarkoibito menyediakan jasa sewa pacar untuk ngabuburit dan diajak untuk menemani bukber. Terdapat juga akun-akun di sosial media yang menyediakan jasa penyewaan vespa, dengan range harga yang bermacam-macam tergantung jenis vespanya.
Berikut beberapa respon dari netizen di platform X
Cuitan dari @F*rnan*osbp berbunyi, “Tadi lewat di timeline, ada tren sewa lanyard buat bukber untuk nunjukin status
Pertanyaan : Emang bukber nya pake lanyard gitu kah ? Gak justru kelihatan aneh acara gituan pake atribut kerja?
Kemudian terdapat cuitan lain dari @N*Xa_*03 yang berbunyi “Bukber sekarang udah jadi tempat ajang flexing bjir. Ada yang bawa gf/bf sekelas model, punya gadget modal dua digit, bahas itinerary travelling full 1 benua, dll.
Blud I feel like a peasant who’s just got out of the poverty line compared to my bukber fellows”.
Baca Juga: CATAT! Haul Habib Sholeh Tanggul ke 49 akan Digelar Setelah Lebaran 2025
Makna dari cuitan ini adalah seseorang tersebut merasa seperti layaknya seorang petani yang baru saja keluar dari garis kemiskinan dan membandingkan dengan teman bukbernya. Tentu hal flexing yang bisa menimbulkan insecurity pada diri sendiri.
Berdasarkan cuitan tersebut, sudah sepatutnya di bulan Ramadhan untuk menjauhkan diri dari perilaku flexing. Flexing merupakan sifat pamer yang menimbulkan kesombongan dan dalam islam hal tersebut tidak diperbolehkan.
Lebih baik, buka bersama dikembalikan kepada esensi utamanya yakni mempererat persaudaraan. Dengan mengembalikan esensi buka bersama sebagaimana mestinya, maka akan menimbulkan keharmonisan dan tidak ada perbandingan pada sesama.
Penulis: Syahidah Dina Ilmasya