HALOJEMBER.COM- Murai batu adalah jenis burung yang cukup terkenal dikalangan penggemar burung kicau.
Meski banyak burung menawan namun tak akan pernah bisa menggantikan kepopuleran burung Murai Batu.
Murai batu menjadi jenis burung paling sering diperlombakan baik ditingkat lokal maupun nasional.
Kecil-kecil cabe rawit, meskipun bertubuh mungil Murai Batu memiliki suara kicauan yang paling merdu dibanding jenis burung kicau lain.
Poin penting penjurian biasanya meliputi variasi lagu yang dibawakan dengan speed rapat, tegas dan tembakan- tembakannya keras.
Setiap pemilik burung kicau pasti ingin mencapai itu semua. Ada beberapa hal yang harus dimengerti dengan baik untuk merawat murai batu.
Ada perawatan khusus sebelum dan sesudah kontes. Perawatan sebelum kontes agar meningkatkan performa, sementara sesudah kontes supaya tetap rajin bunyi.
Perawatan Murai Batu Sebelum Lomba
- Mengisolasi
Seminggu sebelum kontes jauhkan burung Murai Batu dari segala kebisingan untuk menjaga fisik dan psikisnya.
- Meningkatkan porsi makan
Jika biasanya memakan 6 ekor jangkring maka tiga hari sebelum kontes beri 10 ekor jangkring.
Waktu terbaik untuk makan adalah pagi dan sore. Hal ini dapat meningkatkan birahi Murai Batu sehingga lebih gacor.
- Mandi sebelum kontes
Memandikan Murai Batu dua jam sebelum kontes dapat membuat lebih jinak dan menstabilkan birahinya. Alhasil penampilannya lebih bagus.
Perawatan Murai Batu Setelah Lomba
- Beri makan porsi normal
Setelah mengikuti perlombaan kembalikan porsi makan seperti keadaan normal. Makanan terbaik untuk Murai Batu adalah jangkrik, voer, kroto dan ulat hongkong.
- Jaga kesehatan
Menjemur Murai Batu tidak boleh lebih dari 30 menit. Hal ini untuk menjaga kesehatan Murai Batu.
- Menguatkan mental burung
Usai mengikuti lomba penting untuk menguatkan mental burung. Mental yang kuat dan sehat menjadi kunci utama performa Murai Batu.
Burung harus kuat mentalnya agar berani berkicau optimal. Caranya bisa dilakukan dengan umbaran. Yaitu membiarkan burung terbang bebas dalam kendang sepanjang 3 meter.
- Melatih mastering
Perdengarkan suara ringan sekali per hari selama seminggu, seperti serindit, cililin, kenari, dan lovebird. Selanjutnya tingkatkan frekuensi selama sebulan. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan suara lebih kasar seperti cucak janggot.
Editor : Halo Jember