Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

WOW! Pohon Kurma Juga Bisa Tumbuh di Jember,

Halo Jember • Rabu, 27 Maret 2024 | 23:02 WIB

 

BISA DIPANEN: Pohon kurma yang tumbuh subur di sawah milik Sugito, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, sudah bisa dinikmati dan dijual. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
BISA DIPANEN: Pohon kurma yang tumbuh subur di sawah milik Sugito, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, sudah bisa dinikmati dan dijual. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

HALOJEMBER.COM – Kurma merupakan tanaman khas Timur Tengah. Buah ini menjadi andalan untuk disajikan saat bulan Ramadhan. 

Setiap waktu buka puasa maupun saat sahur kurma selalu ada ditengah meja makan.

Umumnya pohon kurma tumbuh di lahan kering dan panas seperti di gurun. Namun siapa sangka ternyata kurma juga bisa tumbuh subur di Indonesia.

Seorang petani asal Desa Sabrang Kecamatan Ambulu Jember berhasil membudidayakan pohon kurma dikebunnya.

Sugito memiliki area perkebunan pohon kurma seluas satu hektare.

Sugito melakukan budidaya kurma sejak tiga tahun lalu dan selama dua tahun dia harus menunggu pohon kurma miliknya berbuah.

Kini pohon kurma itu tampak dipenuhi buah kurma yang berwarna kuning keemasan.

 "Ada juga pohonnya yang kecentet, atau lambat kembang, jadi belum bisa berbuah," katanya.

Sugito mendapatkan biji dan bibit pohon kurma dari Thailand. Tidak ada cara khusus dalam menanam pohon kurma. Hanya saja kondisi tanah harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Pohon kurma membutuhkan tanah yang gembur dan kaya nutrisi juga memiliki pH yang seimbang. Selain itu rumput liar harus dibersihkan dari sekitar tanaman.

"Jangan terlalu banyak air, bisa mati. Terus menjaga dari rumput-rumput liarnya itu," ujar pria berusia 70 tahun itu.

Kurma merupakan tumbuhan dengan kelamin terpisah jantan dan betina. Hanya kurma betina yang menghasilkan buah. Sementara buah jantan hanya mengahasilkan serbuk sari. 

Sehingga tanaman kurma jantan dan kurma betina harus dibedakan sebab proses penyerbukan pohon kurma dilakukan secara manual dengan bantuan angin.

Awalnya Sugito melakukan percobaan dengan menanam 300 biji pohon kurma, kemudian ditambah 200 bibit.

Pohon kurma itu terus bertambah seiring berjalannya waktu dan kini ada sekiar 1.000 pohon kurma.

Sugito mengungkapkan bahwa pohon kurma harus dirawat dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.

"Yang penting itu seperti memelihara anak, harus kita sayangi. Jadi walaupun ini tumbuhan kurma kalau kita sayangi, dia akan sayang juga kepada kita," kata Sugito.

Hingga kini, warga terus berdatangan untuk melihat buah kurma langsung dari pohonnya. Untuk sampai ke kebun, harus menyeberangi sungai selebar 15 meter, dengan menaiki getek tradisional.

Sugito berharap kebunnya bisa lebih berkembang, dapat diikuti oleh petani-petani lain di desanya dan dapat dijadikan jujugan wisatawan.

Reporter : Maulana / Radar Jember

 

Editor : Halo Jember
#jember #kurma #petani