IA kini berusia 45, kelahiran tahun 1979. Sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita karir di sebuah instansi yang tak perlu saya sebutkan namanya. Sebab bukan itu yang terpenting, ada hal yang lebih penting. Yakni kesedihannya, trauma, luka hatinya, dan kemarahannya yang tak mungkin ia ungkapkan kepada siapapun. Bahkan kepada suaminya sendiri.
Kebekuan rumah tangganya sudah terasa semenjak tujuh tahun yang lalu. Ketika ternyata kemakmuran tak bisa membeli kebahagiaan. Dulu sebelum rekeningnya menyimpan uang berlebih, rasanya kemesraan dalam rumah tangganya adalah sebuah kemewahan yang tak ternilai.
Meskipun sehari hari hanya makan nasi tempe sambal bawang. Berkumpul bersama suami dan dua orang anaknya dikala semua telah pulang aktivitas kerja dan sekolah, adalah suasana hangat yang penuh kegembiraan.
Ia bernama Larasati, nama perempuan yang berasal dari bahasa Jawa, dapat diartikan sebagai ''lara'' yang berarti ''panah'' atau ''senjata'', dan ''sati'' yang berarti ''satu'' atau ''saja''. Secara keseluruhan, Larasati dapat diartikan sebagai ''panah tunggal''. Memiliki makna yang bisa diinterpretasikan dalam berbagai konteks, seperti kekuatan, ketangguhan, atau kesatuan. Ia biasa dipanggil bu Lara, namun ada juga yang mengartikan lara adalah kesakitan, atau terluka.
Entah ada kaitan ataukah tidak antara namanya dan peristiwa yang menimpanya. Luka lara yang dia alami semenjak rumahnya terasa beku dan sepi. Anak anaknya yang beranjak besar, lebih banyak menghabiskan waktu untuk bergaul di luar rumah. Pulang ke rumah pun, mereka sibuk dengan HP.
Di meja makan pegang HP. Masuk kamar pegang HP. Tak ada waktu untuk sekedar bercengkrama dengan mamanya. Begitupun suaminya, penghasilan besar seiring tanggung jawab besar dari perusahaan membuatnya sangat sibuk. Tak ada lagi quality time dengan istrinya. Dari sinilah lara itu bermula.
Ketika ia mulai membuka media sosial dan membuat konten bernyanyi, ya tentu bukan bernyanyi sungguhan. Karena ia tak punya bakat bernyanyi. Hanya sekedar lipsing. Konten yang ia buat, cukup banyak peminatnya.
Ratusan jempol bersarang di video yang ia buat. Kebanyakan dapat jempol dari kaum lelaki. Ada satu lelaki yang begitu intens berkomentar dan sering kirim DM. Awalnya ia cuek-cuek saja. Namun kesepian dan lara hati yang menimpa Lara saat ini tak terbendungkan. Ia butuh teman cerita. Ia butuh sosok yang bisa mendengarkan keluh kesahnya.
Baca Juga: Waterbomb Festival Seoul Line Up Bertabur Bintang Idol Kpop, Ada Bias Kamu Nih!
Sampai akhirnya ia respon chat lelaki itu. Perkenalan yang begitu singkat membuat Lara merasa nyaman. Lelaki buaya darat memang sangat lihai membuat hati wanita berbunga bunga. Mereka berkeliaran dari medsos ke medsos. Mencari wanita yang siap dimangsa. Modusnya rata-rata sama, mencari korban perempuan yang sudah punya suami, boleh wanita karir, ibu rumah tangga pun jadi.
Setelah perempuan calon korban merasa nyaman, disitulah saatnya muncul buaian buaian. Pertama dimulai dari bertukar nomor whatsapp. Lara dan lelaki itu pun semakin akrab. Keduanya intens ngobrol dari hari ke hari. Suaminya yang sibuk sendiri di ruangan kerja, dan ketika lelah pun langsung tidur di kasur.
Tak begitu memperhatikan istrinya asyik chatting dengan lelaki lain. Pikirnya istrinya sedang sibuk mencari barang diskon di aplikasi belanja online. Tau sendiri, wanita sangat betah berlama lama saat mencari barang belanja, baik secara luring di pasar ataupun daring. Keduanya sama sama lama.
Baca Juga: LIGA INGGRIS. Man City Gusur Arsenal dari Puncak Klasemen.
Semakin lama, Lara semakin nyaman dengan lelaki itu. Mulai intens ngobrol, lalu semakin dalam berkomunikasi secara hubungan intim. Kalau sudah sampai tahap ini, hal hal buruk pun bisa saja terjadi di luar kendali. Entah itu sexting atau bahkan sampai terjadi video call sex. Cerdiknya lelaki penipu itu secara diam-diam mendokumentasikan hasil tangkapan layar kamera dengan adegan yang tak senonoh.
Lara yang sudah terlanjur percaya dengan lelaki itu, yang telah menganggap lelaki ini adalah lelaki baik yang tak mungkin tega berbuat jahat padanya. Lelaki yang sudah terlanjur membuatnya nyaman melebihi suaminya sendiri. Lara semakin terjerembab dalam masalah yang semakin pelik, tanpa ia sadari.
Setelah cukup banyak data private dari korbannya, lelaki itu mulai meminta uang, dengan cara yang halus. Lelaki itu meminta uang kepada Lara dengan alibi untuk biaya berobat ibunya. Lara yang sudah menganggap lelaki itu jadi bagian penting dalam hidupnya, tak tega melihat kesedihan lelaki simpanannya itu menderita. Dengan segala ketulusan dan dimabukkan cinta, Lara transfer sejumlah uang ke rekening lelaki itu. Dengan janji uang itu bakal dikembalikan ketika lelaki itu sudah punya.
Belum uang yang dipinjam sebelumnya dikembalikan, lelaki itu minta uang lagi. Sebesar 3 kali gajinya. Tabungan sebetulnya ada, namun sampai kapan lelaki itu akan terus meminta uang, pikir Lara. Pertengkaran pun tak bisa terhindarkan.
Lara mulai sadar, semenjak kenal dengan lelaki itu, hidupnya malah jadi tidak tenang. Ia harus menyembunyikan sesuatu dari suaminya. Dan uang tabungannya pun ludes. Sungguh ia ingin kembali ke jalan yang benar. Ia merasa sangat berdosa karena telah menghianati suaminya.
Baca Juga: Pentingnya Pemanasan Sebelum Olahraga? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Ortopedi RSU Kaliwates Jember
Setelah tak berhasil dengan cara meminta yang biasa, lelaki itu keluarkan senjata pamungkasnya. Ia tunjukkan beberapa file foto dan video yang memperlihatkan Lara dalam kondisi tak berpakaian. Yang selama ini lelaki itu rekam ketika mereka sedang bermesraan via video call dan ketika minta Lara kirim foto via chatting. Lelaki itu mulai dengan nada ancaman, akan menyebarkan foto dan video itu apabila Lara tidak mengirimkan sejumlah uang sesuai permintaannya. Konten intim non-konsensual (NCII).
Seperti para korban serupa, kebanyakan wanita yang mengalami hal seperti ini akan sangat ketakutan. Tidak ada pilihan lain selain menuruti permintaan pelaku. Tidak akan berhenti sampai disitu, lelaki itu terus memeras Lara sampai seluruh tabungannya habis. Kalau perlu sampai Lara menghalalkan segala cara untuk mencari uang di luar tabungannya, guna memenuhi permintaan lelaki itu.
Lara merasakan hidupnya benar-benar sedang dalam posisi diambang kehancuran. Karir sebagai seorang staf yang selama ini ia rintis sejak muda, uang tabungan yang selama ini ia kumpulkan, ludes dalam sekejap. Lara berfikir, bagaimana kalau nanti suaminya sampai tahu.
Bagaimana dengan omongan orang-orang. ''Kamu punya suami kok VCS dengan pria lain?'' Pasti mereka semua akan menghakiminya dengan kalimat seperti itu. Harga diri yang selama ini ia perjuangkan telah hancur lebur tak bersisa.
Seorang perempuan yang sebetulnya baik, yang hanya menunggu sedikit perhatian dari suaminya. Yang mengharap kasih sayang layaknya seorang perempuan normal yang ingin berbagi cerita, mengisi kekosongan batinnya.
Perempuan yang ingin bahagia dalam rumah tangganya. Yang ingin merasakan kepuasan dan belaian lelaki. Harus mengalami penderitaan semacam ini. Apapun yang terjadi, Lara tak ingin suaminya tahu kejadian ini. Ia enggan bercerita pada suaminya. Tak ingin suaminya merasakan sakitnya dikhianati. Sampai ada pikiran ia ingin bunuh diri. Ia sangat depresi atas kejadian ini.
*****
Tanpa sepengetahuan Lara, diam diam suaminya memperhatikan keanehan yang dialami istrinya. Yang dulunya periang dan banyak bicara, kini jadi pendiam dan suka mengurung diri di kamar. Kantung matanya tampak lebam, badannya tampak lesu dan kusut. Pulang dari kantor pun ia tak pernah melakukan aktifitas kesukaannya, biasanya Lara suka memasak menu yang baru saja ia lihat dari tutorial di medsos. Tanpa sepengetahuan Lara. Suaminya pun terpaksa melakukan satu hal yang sebelumnya tak pernah ia lakukan. Yakni membuka isi ponsel istrinya.
Baca Juga: Sepakbola Putra Olimpiade Paris Dua Bulan Lagi, Berikut Pembagian Grup dan Jadwal Pertandingannya
Di saat Lara sedang tidur pulas. Ia baca semua chatnya Lara dengan lelaki itu. Perasaannya campur aduk. Antara kemarahan dan rasa kasihan pada istrinya yang sudah diperlakukan begitu. Berderai air mata, hal yang tak pernah ia alami sedari kecil, menangis.
Tetes air mata jatuh ke layar ponsel. Ia menyadari semua ini atas kesalahannya juga, andaikan ia tak terlalu sibuk dengan urusan perusahaan, tentu istrinya tak jadi korban pemerasan. Ia beranjak menuju lemari pribadinya. Yang di dalamnya ada brankas dari baja. Ia buka kode brankas itu dan mengambil sepucuk pistol miliknya.
''Mas aku sudah siapkan uang 500 juta sesuai permintaanmu, malam ini kita ketemu dimana? Segera kirimkan lokasinya'' Ia ketik kalimat itu via whatsapp dan kirim ke nomor lelaki itu. (*)
Profil penulis: Fileski kerap tampil di ajang sastra dengan konsep Resital Puisi. Peraih Anugerah Hescom dari e-Sastera Malaysia . Lima Terbaik kategori Seni Budaya GCC 2021 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Penulis Terpilih Peta Sastra Kebangsaan (Salihara 2024). Terpilih di Mimbar Penyair (Festival Tebuireng 2024). Founder Negeri Kertas dan Teater Pilar Merah. Dapat ditemui melalui email: fileski21@gmail.com
Editor : Halo Jember