HALOJEMBER.COM - Jumlah lansia setiap tahunnya semakin meningkat.
Dilihat dari data Sensus Penduduk Indonesia, saat ini jumlah lansia di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 29 juta jiwa, yang setara dengan hampir 12% dari total populasi penduduk pada tahun 2023.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dan diperkirakan akan terus meningkat.
Menurut estimasi, pada tahun 2045, jumlah lansia di Indonesia bisa mencapai sekitar 50 juta jiwa, atau sekitar 20% dari total populasi.
Sebagian besar lansia di Indonesia adalah perempuan, dengan proporsi sekitar 52,28% dibandingkan dengan laki-laki
Di Indonesia, harapan hidup lansia rata-rata saat ini mencapai 72 tahun, dan untuk perempuan sedikit lebih panjang.
Perilaku orang tua atau lansia menjelang akhir hidup mereka sering kali menunjukkan tanda-tanda fisik dan emosional yang khas. Dalam konteks Indonesia, di mana populasi lansia terus meningkat, penting untuk memahami perilaku ini.
Sindrom lansia
- Orang tua menjadi sangat cemas akan kesehatannya padahal sebenarnya dia baik-baik saja.
- Menjadi suka dan terus-menerus membicarakan masa lalu, serta selalu menuntut perhatian agar didengarkan.
- Orang tua mudah marah karena hal-hal kecil, cenderung keras kepala dan otoriter. Biasanya setelah orang tua mulai pikun, anak-anak baru menyadari bahwa otak orang tuanya mungkin sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Mereka mengerti bahwa perilaku orang tua yang mudah marah itu mungkin merupakan usaha mereka mengatasi kesulitan tersebut.
- Beberapa dari mereka mulai tidak memperhatikan kebersihan diri, sering kehilangan barang-barang atau malah suka menyembunyikannya.
- Mulai suka membicarakan orang yang sudah lama meninggal, berbicara melantur.
- Memiliki kebiasaan aneh, misalnya suka menaruh uang di kulkas dan menyimpan koran karena merasa ada sesuatu yang penting di dalamnya meskipun dia tidak bisa mengingatnya.
Perilaku Lansia Sebelum Meninggal
Lansia sering kali mengalami perubahan perilaku yang mencerminkan kondisi fisik dan mental mereka menjelang akhir hayat. Beberapa perilaku umum yang dapat diamati antara lain:
- Penurunan Nafsu Makan: Lansia biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan, yang merupakan tanda bahwa tubuh mereka tidak lagi membutuhkan banyak energi. Hal ini dapat menyebabkan mereka mengonsumsi lebih sedikit makanan dan minuman.
- Tidur yang Lebih Banyak: Sebelum meninggal, banyak lansia yang tidur lebih lama atau lebih sering. Ini terjadi karena metabolisme tubuh mereka menurun, menyebabkan kelelahan yang lebih cepat.
- Perubahan Emosional: Lansia mungkin menjadi lebih mudah marah atau cenderung bersikap kaku dan otoriter. Mereka juga dapat menunjukkan kecenderungan untuk menyendiri, menghindari interaksi sosial.
- Kesulitan Bernapas dan Halusinasi: Di tahap akhir, mereka mungkin mengalami kesulitan bernapas dan bahkan halusinasi, di mana mereka melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada.
- Penurunan Kesehatan Fisik: Gejala fisik seperti suhu tubuh yang menurun, kulit yang tampak pucat, dan kelemahan otot juga sering muncul. Ini adalah tanda bahwa tubuh mereka sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi akhir.
Dengan meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan mereka, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental. Dukungan keluarga, pelayanan kesehatan yang memadai, serta program-program sosial yang mendukung kesejahteraan lansia.
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Halo Jember