Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Apa Itu Red String Theory? Kepercayaan Jodoh di Balik Kedekatan Syifa Hadju dan El Rumi

Alvioniza • Rabu, 14 Agustus 2024 | 22:05 WIB

 

Red String Theory. Sumber foto: Pinterest
Red String Theory. Sumber foto: Pinterest

HALOJEMBER.COM - Belakangan ini, istilah 'Red String Theory' tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antara El Rumi dan Syifa Hadju.

Setelah kedekatan antara El Rumi dan Syifa Hadju mulai mencuri perhatian publik saat keduanya terlihat menghadiri pernikahan Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar.

Kemudian, hubungan El Rumi dan Syifa Hadju mulai dikaitkan dengan 'Red String Theory', sebuah konsep yang berhubungan dengan takdir jodoh.

Jadi, apa sebenarnya Red String Theory? Teori ini adalah sebuah keyakinan kuno tentang jodoh yang banyak dikenal di Jepang dan Tiongkok.

BACA JUGA: Sering Salah Kaprah, Berikut Perbedaan Kiai, Habib, Gus, Syekh, Tuan Guru, dan Ustadz

Teori tersebut meyakini bahwa ada sebuah benang merah yang tidak terlihat yang menghubungkan seseorang dengan pasangannya.

Dalam kepercayaan ini, orang Jepang dan Tiongkok percaya bahwa jodoh atau belahan jiwa seseorang akan selalu bersatu, tidak peduli apa pun rintangan yang menghadang.

Orang Jepang menyebut konsep ini dengan istilah 'akai ito', sementara di Tiongkok dikenal sebagai 'yuanfen'.

Teori ini berasal dari sebuah legenda yang menceritakan tentang seorang pria tua di bulan yang turun ke bumi untuk mempertemukan orang-orang yang ditakdirkan berjodoh.

Benang merah yang menghubungkan mereka tidak akan terputus, meskipun jarak dan tantangan memisahkan mereka.

BACA JUGA: Beda Jaman, Ini Bahasa Gaul Anak Tahun 2010 dan 2024

Dalam mitologi Tiongkok, disebutkan bahwa dewa mengikatkan benang merah ini pada kaki-kaki orang yang berjodoh, dan benang tersebut tidak akan putus meskipun menghadapi berbagai cobaan.

Teori benang merah ini telah mempengaruhi banyak aspek kesenian dan kebudayaan, serta karya sastra di Tiongkok.

Mirip dengan legenda Tiongkok, di Jepang diyakini ada benang merah yang menghubungkan jari kelingking seseorang dengan jodohnya yang telah ditakdirkan.

Benang ini, yang tidak akan pernah putus, pada akhirnya akan mempertemukan jodoh, di mana pun dan kapan pun. Takdir ini tidak dapat dihindari karena sudah ditentukan sejak awal.

Salah satu contoh yang mungkin menggambarkan Red String Theory adalah ketika seseorang merasa sangat dekat dengan orang lain, meskipun belum saling mengenal.

Hal ini mungkin bisa menjadi pertanda bahwa ada benang merah tak kasat mata yang menghubungkan dua orang yang ditakdirkan berjodoh.

Sebagai informasi, El Rumi adalah teman dari mantan pacar Syifa Hadju, Rizky Nazar. Mereka sering terlihat bersama, bahkan menonton konser bersama.

Namun, setelah Syifa Hadju berpisah dengan Rizky Nazar, siapa yang menyangka bahwa takdir akan menyatukan El Rumi dan Syifa Hadju dalam asmara.

Cara Menemunkan Red String dan Takdir Cinta

  1. Menunjukkan Kebaikan

Cinta sejati adalah tentang kebaikan dan kasih sayang. Dengarkan orang lain dengan penuh perhatian dan tanpa menghakimi. Hindari memaksakan kehendak atau mengkritik pilihan mereka. Untuk benar-benar mencintai seseorang, diperlukan rasa hormat, empati, dan kebaikan yang tulus.

  1. Memahami Diri Sendiri

Merawat diri sendiri adalah hal yang sangat penting. Tanyakan pada dirimu siapa kamu sebenarnya, apa yang kamu hargai, dan apa yang membuatmu bahagia. Dengan memahami dirimu, kamu akan lebih mudah menemukan cinta sejati.

  1. Mencintai Diri Sendiri

Cintailah dirimu dengan cara menikmati waktu sendirian, percaya pada kemampuanmu, dan fokus pada hal-hal positif dalam dirimu. Jauhi pikiran negatif tentang diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri, kamu akan menarik pasangan yang tepat ke dalam hidupmu.

  1. Mencermati Sinkronisitas

Perhatikan tanda-tanda kecil dalam hidup. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan; semuanya memiliki alasan. Ketika sesuatu tampak berjalan dengan sempurna, itu bisa menjadi pesan dari takdir. Catat momen-momen ini dan renungkan maknanya.

  1. Beraksi

Berdoa saja tidak cukup; kamu perlu bertindak sesuai dengan tanda-tanda yang muncul. Percaya pada dirimu dan ambil langkah untuk menemukan cinta. Terkadang, kamu harus berhenti mencari dan membiarkan cinta datang dengan sendirinya.

  1. Menikmati Proses

Nikmatilah perjalanan mencari cinta. Hidup adalah tentang merasakan kebahagiaan dan energi positif. Jatuh cinta bukan hanya soal menunggu, tetapi juga tentang memancarkan energi yang menarik dan terbuka terhadap peluang dari alam semesta.

Saat ini, teori benang merah sering dijadikan inspirasi dalam berbagai karya populer.

Seperti film, drama, sastra, anime, hingga lagu yang menggambarkan tentang dua orang yang dipertemukan oleh takdir setelah melalui banyak rintangan.

Pada intinya, Red String Theory adalah sebuah keyakinan tentang takdir. Mungkin, kamu juga pernah berpikir bahwa ada alasan mengapa kamu bertemu dengan seseorang.

 

 

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

 

 

Editor : Halo Jember
#syifa hadju #el rumi #Red String Theory