HALOJEMBER - Afghanistan adalah negara yang berada di Asia Selatan, dan selalu menjadi pusat perhatian dunia.
Hal ini karena citra Afghanistan yang terkenal dengan sejarahnya kompleks, sangat radikal, hingga dijuluki sebagai The Graveyard of Empires (kuburan bagi imperium-imperium dunia).
Baca Juga: Identitas Baru New Jeans Ganti Nama Baru NJZ, Langsung Agendakan Acara di Hongkong
Sebagai salah satu negara yang kontroversial, Afghanistan memiliki sejarah yang menarik untuk dibahas.
Konflik internal yang dihadapi Afghanistan tentu disebabkan salah satunya oleh perebutan kekuasaan.
Seringnya terjadi perebutan kekuasaan ini, yang kemudian berdampak pada perubahan rezim dan aturan hukum lainnya.
Menurut sejarah, Afghanistan telah mengganti bendera sebanyak 18 kali selama abad ke 20, spesifiknya dalam 100 tahun terakhir.
Baca Juga: Warisan Habib Sholeh Tanggul, Sosok Wali Qutub yang Menyembuhkan Putra Raja Arab Saudi
Pergantian bendera yang terlalu sering itu, membuat Afghanistan dikenal sebagai salah satu negara dengan perubahan bendera terbanyak dalam sejarah.
Tentu, hal tersebut sangat mencerminkan bahwa Afghanistan sangat sering melakukan pergantian pemerintahan, perubahan ideologi, maupun politiknya yang terjadi di Afghanistan.
Perubahan bendera yang terbaru terjadi ketika 15 Agustus 2021, dimana Taliban mendapatkan kembali kendali negara tersebut.
Bendera modern diperkenalkan tahun 1919, setelah Afghanistan mendapat kemerdekaan dari Inggris. Awalnya, bendera Afganistan hanya berupa spanduk hitam yang sederhana.
Kemudian, di tahun 1928, warna-warna diadopsi merah yang melambangkan kemerdekaan, hijau melambangkan kemakmuran dan hitam yang melambangkan kebebasan.
Bendera tersebut juga ditambah dengan simbol-simbol islam. Kemudian seiring berjalannya waktu, dan dinamika politik di Afghanistan warna-warna bendera dan posisi-posisi simbol berubah-ubah.
Bentuk bendera Afganistan yang terbaru cukup berbeda dari bendera-bendera sebelumnya. Saat ini, bendera Afganistan berwarna putih dengan tulisan Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya, dalam bahasa Arab.
Perubahan itu, diinisiasi oleh kelompok Taliban yang telah berkuasa kembali di Afganistan.
Sejarah Sistem Pemerintahan Afghanistan
Dalam sejarahnya, Afghanistan berdiri dengan sistem pemerintahan kerajaan di sekitar abad 17, dimana saat itu Afghanistan mencakup wilayah Pakistan Iran, dan sebagian India utara.
Kemudian, Afghanistan menjadi rebutan antara Inggris dan Rusia dalam melakukan misi pengaruh di Asia Tengah.
Di tahun 1919 hingga 1973, Amanullah Khan saat itu sedang memimpin Afghanistan, terjadi modernisasi secara masif, tetapi mendapat perlawanan dari kelompok konservatif.
Akhirnya, kepemimpinan digantikan oleh Mohammad Zahir Shah yang saat itu, pemerintahannya cenderung stabil dan netral selama Perang Dunia II juga ketika Perang Dingin.
Saat itu, sistem pemerintahan mereka tetap monarki namun mereka juga melakukan reformasi.
Pada tahun 1970an Afghanistan terlihat kacau, sistem monarki digulingkan, terjadinya kudeta oleh salah satu parta komunis yang kemudian memicu perang saudara, hingga invasi Uni Soviet ke Afghanistan untuk mendukung adanya rezim komunis.
Setelah Uni Soviet di tahun 1989 menarik pasukannya dan pergi, Afghanistan jatuh kembali dalam perang, namun perang saudara.
Tidak lama kemudian sekitar tahun 1996, Taliban, sebuah kelompok militan yang berusaha untuk membentuk Emirat Islam Afghanistan dan menerapkan hukum Islam yang ketat.
Keberadaan Taliban di Afghanistan turut memicu konflik eksternal, khususnya kepada Amerika Serikat.
Tragedi di tahun 2001 atau serangan 9/11 yang didalangi oleh Osama bin Laden, membuat Amerika menyerang Afghanistan dan menggulingkan kekuasaan Taliban disana.
Selama 20 tahun Amerika Serikat berusaha untuk membangun Afghanistan, namun Taliban tetap aktif di berbagai wilayah.
2021 akhirnya Amerika Serikat menarik pasukannya, kemudian di Agustus 2021, Taliban kembali berkuasa dan menggulingkan pemerintahan.
Mereka kembali membangun Emirat Islam Afghanistan, dengan bendera yang baru.
Afghanistan mempunyai sejarah yang panjang, kompleks, dengan perubahan politik yang terbilang ekstrim. Hal itu, yang membuat Afghanistan tetap menjadi pusat perhatian dunia,
dikarenakan posisinya sebagai jantung asia selatan dan gejolak politiknya yang dinamis.
Editor : Halo Jember