HALOJEMBER - Pernahkah kalian mendengar menabrak kucing disengaja maupun tidak sengaja akan mendatangkan malapetaka? Sebagian orang percaya bahwa mitos ini benar adanya.
Namun pernahkah kalian berpikir bagaimana bisa mitos ini muncul dan dipercaya? Dan bagaimana asal usulnya?
Mitos menabrak kucing baik disengaja maupun tidak dipercaya akan membawa keburukan bagi orang yang menabrak. Banyak dari mereka yang menjelaskan bahwa mitos ini benar adanya.
Baca Juga: Hati-Hati! Berikut Hari Baik untuk Potong Kuku Agar Tidak Celaka
Menurut primbon Jawa, kepercayaan ini dapat menjadi simbol penyakit, ketiban sial bahkan ada yang beranggapan akan dihantui arwah kucing hingga bernasib sama seperti kucing tersebut.
Hal ini mungkin berawal pada cerita tahun 4.000 SM di mana kucing sudah dipelihara oleh manusia, khususnya orang-orang Mesir.
Pada zaman ini, keberadaan kucing ditujukan untuk menjaga pangan dari jarahan tikus. Bahkan, orang-orang Mesir Kuno menganggap kucing sebagai jelmaan Dewi Bastet, dewi pelindung rumah tangga dan kesuburan.
Sehingga, selain dipelihara kucing juga sangat dijaga bahkan kucing diperlakukan seperti manusia pada zamannya.
Baca Juga: Jangan Injak Kecoak Sembarang, Begini Cara Membasminya
Berbeda dengan Mesir, masyarakat Eropa seringkali menafsirkan kucing sebagai jelmaan penyihir. Oleh karena itu, banyak kucing diburu dan mati dibakar atau dilempar dari tempat yang tinggi.
Dari perlakuan masyarakat tersebut, dampaknya adalah tikus-tikus menyebarkan wabah pes dan membunuh jutaan orang di Eropa.
Baca Juga: Apakah Personal Color Analysis Benar-Benar Memberikan Manfaat Pada Penampilan Kita?
Wabah tersebut dikenal dengan nama Black Death. Kemudian, banyak orang percaya bahwa wabah Black Death muncul akibat dosa mereka membantai kucing.
Kisah ini mungkin menjadi awal mula mitos membunuh kucing akan berujung pada kesialan.
Sedangkan menurut histori dalam agama Islam, kucing dianggap sebagai simbol kasih sayang dan kedamaian.
Hal ini diperkuat dengan cerita zaman Nabi Muhammad SAW di mana menjelaskan bahwa kucing merupakan hewan yang disukai nabi.
Seiring berkembangnya zaman dan seperti kita ketahui bahwa kerapkali mitos Jawa mengadopsi aturan Islam.
Latar belakang dari mitos ini berasal dari persepsi bahwa kucing dianggap memiliki kekuatan magis dan menjadi simbol dari keberuntungan atau malapetaka.
Meskipun mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah, mereka dapat mempengaruhi perilaku dan kebiasaan sehari-hari dalam masyarakat terutama yang masih mempertahankan kepercayaan tradisional.
Disamping dampaknya yang diduga membawa sial ini, alangkah baiknya jika kita mengambil sisi positif dari mitos tersebut.
Salah satunya ialah berhati-hati saat berkendara dan menghargai kehidupan, termasuk kehidupan hewan. Mau bagaimanapun manusia dan hewan hidup saling berdampingan membentuk ekosistem kehidupan.
Penulis : Faydhatul B M
Editor : Halo Jember