Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Nasehat Habib Abu Bakar Assegaf Gresik yang Masih Relevan untuk Kehidupan Saat Ini, Apa Itu?

Sidkin • Sabtu, 14 Juni 2025 | 01:00 WIB
Potret Habib Abu Bakar Assegaf
Potret Habib Abu Bakar Assegaf

GRESIK, Halo Jember - Ada banyak petuah Al Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf Gresik yang masih relevan hingga saat ini. Salah satunya soal menyampaikan ilmu, kabar, cerita, atau informasi.

Haul ke-70 Habib Abu Bakar Assegaf Gresik digelar selama dua hari, yakni Jumat–Sabtu, 13–14 Juni 2025.

Dua hari peringatan haul ini bertepatan pada 17–18 Dzulhijjah 1446 Hijriah.

 

Keluarga besar Habib Abu Bakar Assegaf menyampaikan kembali salah satu nasihat Al Habib Abu Bakar yang dinilai sangat relevan dengan situasi kehidupan bermasyarakat saat ini.

Melalui akun Instagram resmi @taklim_assegaf, salah satu dzuriyah atau keturunan Habib Abu Bakar yakni Habib Ahmad membagikan kutipan nasihat.

Petuah bijak itu tentang adab dalam menyampaikan ilmu, kabar, maupun informasi.

 

“Tidak semua ilmu harus disampaikan, tidak semua pemahaman harus diutarakan, bahkan cerita harus diceritakan. Aku punya kabar, aku punya pemahaman, tapi tidak bisa menyampaikannya. Apa sebabnya? Karena memang orang yang mendengar tidak mampu atau siap. Makanya tidak disampaikan,” ucapnya dalam unggahan tersebut, dikutip Halojember.jawapos.com, Jumat (13/6/2025).

Tak hanya itu, Habib Ahmad juga menambahkan, nasihat itu juga pernah disampaikan Rasulullah SAW.

“Nabi mengatakan: Sesungguhnya sebagian ilmu itu dibaratkan harta yang tersimpan yang tidak diberikan kecuali kepada ahlinya, orang yang cocok menerimanya,” katanya.

 

Habib Ahmad menjelaskan, jika hal itu tidak pantas untuk disampaikan, maka jangan disampaikan.

“Sebab yang terjadi malah jadi fitnah,” jelasnya.

Maka dari itu, sebuah ilmu, kabar, cerita, atau informasi tidak disampaikan kepada orang yang tidak siap menerimanya.

Hal ini menjadi pengingat pentingnya menakar kesiapan pendengar sebelum menyampaikan sebuah ilmu, pemahaman, maupun kabar.

Menurutnya, terkadang diam adalah bagian dari hikmah dan kebijaksanaan dalam menjaga kemaslahatan.

 

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami bahwa pendengar atau penerima ilmu maupun informasi itu benar-benar siap menerimanya.

Sebab jika tidak, ilmu atau informasi yang tidak pada tempatnya justru bisa menimbulkan kesalahpahaman dan konflik di tengah masyarakat.

Maka, sekali lagi, sikap kehati-hatian dalam berbicara merupakan adab penting dalam kehidupan sosial yang masih relevan saat ini.*

 

Editor : Sidkin
#ilmu #gresik #petuah bijak #Haul Habib Abu Bakar Assegaf #Habib Abu Bakar Assegaf #nasihat #fitnah