LUKISAN MALAM
Malam
aku menuliskanmu di dinding dingin dan urat-urat tembok liar di stasiun penantian di rumah-rumah kumuh di cafe tak bertenda dan sepanjang simpang hingga di kamar-kamar sepi yang hilang oleh gurauan hujan
Katamu bulan tak lagi mengerti pada setiap pejalan kaki yang pergi sejak tadi, tinggalkan pagi tanpa berharap selalu harus jadi berarti
Malam hilang di peraduan hujan rintik-rintik rindu membasahi jalan hitam yang larut setiap waktu manakala senja berbinar dan tanya malam pergi merajut hati, yang luka
Malam
ingin kuceritakan kisahmu pada setiap tembok keangkuhan yang luput dari segala harapan
*Zulkarnain Siregar
Editor : Sidkin