HALOJEMBER - Selain Idulfitri pada 1 Syawal, masyarakat Muslim di Indonesia juga mengenal tradisi Lebaran Ketupat. Perayaan ini biasanya digelar sekitar satu minggu setelah Hari Raya, tepatnya pada 8 Syawal, setelah umat Muslim menunaikan puasa sunah enam hari di bulan Syawal.
Tradisi ini tidak hanya tentang menyantap ketupat, tetapi juga menjadi simbol syukur, kebersamaan, dan kelanjutan silaturahmi setelah Lebaran utama.
1. Jawa: Bakda Kupat yang Sarat Makna
Di wilayah Jawa, tradisi ini sering disebut Bakda Kupat. Masyarakat membuat ketupat dan lauk pelengkap seperti sayur lodeh atau sambal goreng, lalu dibagikan kepada tetangga dan kerabat.
Tradisi ini kerap dikaitkan dengan dakwah Sunan Kalijaga yang menggunakan ketupat sebagai simbol ngaku lepat (mengakui kesalahan). Momen ini menjadi penguat nilai saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial.
2. Lombok: Lebaran Topat yang Meriah
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tradisi ini dikenal dengan nama Lebaran Topat. Perayaannya sangat meriah dan biasanya dipusatkan di kawasan wisata atau tempat ibadah. Warga membawa ketupat lengkap dengan lauk pauk, lalu makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya karena menampilkan perpaduan adat dan religi yang unik.
3. Madura: Doa dan Syukuran Bersama
Di Madura, masyarakat merayakan Lebaran Ketupat dengan doa bersama dan makan bersama keluarga besar. Ketupat menjadi hidangan utama yang disantap dengan berbagai lauk khas daerah.
Suasana kekeluargaan sangat terasa karena momen ini menjadi ajang silaturahmi lanjutan setelah Hari Raya Idulfitri.
4. Gorontalo: Tradisi Tumbilotohe dan Ketupat
Di Gorontalo, meski lebih dikenal dengan tradisi Tumbilotohe menjelang Lebaran, masyarakat juga merayakan Lebaran Ketupat dengan penuh kebersamaan. Ketupat disajikan sebagai simbol rasa syukur setelah menyempurnakan ibadah puasa sunah Syawal.
5. Makassar dan Sekitarnya
Di wilayah Makassar dan sekitarnya, tradisi Lebaran Ketupat juga dirayakan dengan makan bersama keluarga dan kerabat. Ketupat disajikan bersama coto atau hidangan khas setempat, mencerminkan kekayaan kuliner daerah.
Lebaran Ketupat bukan sekadar tradisi makan bersama. Ia adalah perpanjangan makna Idulfitri: mempererat silaturahmi, berbagi rezeki, dan memperkuat rasa persaudaraan. Dari Jawa hingga Lombok, dari Madura hingga Gorontalo, ketupat menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.
Tradisi ini membuktikan bahwa kuliner bisa menjadi jembatan nilai spiritual dan sosial yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Editor : Viona Rj