HALOJEMBER - Suhu tinggi di Tanah Suci menjadi tantangan utama bagi kesehatan calon jamaah haji.
Menanggapi hal ini, Mayor CKM dr. Ridwan Siswanto, Kasi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH) Daker Makkah, memberikan instruksi tegas terkait mitigasi risiko heatstroke.
Baca Juga: Fakta Pewangian Masjidil Haram dan Nabawi, Jemaah Haji Jember dan Umat Muslim Layak Tau
Dr. Ridwan menekankan perlunya perlindungan fisik berlapis, yakni penggunaan payung, topi, dan kacamata UV guna meminimalisir paparan langsung sinar matahari.
"Kesehatan kulit dan mata sangat rentan. Penggunaan tabir surya juga disarankan, selama tidak mengandung parfum (bagi yang berihram)," ujarnya.
Baca Juga: Wangi Masjidil Haram, Parfum Musk Al Haram Jadi Pilihan Jemaah Haji Jember dan Indonesia
Lebih lanjut, tim kesehatan mengimbau jamaah mengenakan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat.
Jamaah juga disarankan membawa kain basah (chamois) untuk disematkan di leher guna membantu proses pendinginan tubuh, serta membatasi aktivitas luar ruangan saat jam-jam terik. (dhi/bud/nur)
Editor : Hariri HJ