HALOJEMBER – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kuota haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi tetap di angka 221.000 jemaah.
Dari total kuota tersebut, sebanyak 203.320 adalah jemaah reguler, dan sisanya 17.680 adalah jemaah haji khusus.
Berikut Klasifikasi Usia Jemaah Haji 2026:
- Lansia (65 Tahun ke Atas): Mayoritas jemaah kategori ini adalah usia 65–80 tahun ke atas, dengan penekanan pada jemaah berusia 70 tahun ke atas yang masuk kuota prioritas.
- Dewasa (Kelompok Usia Produktif/40–64 Tahun): Berdasarkan data, mayoritas jemaah berada pada rentang usia 41–64 tahun. Ini mencakup kelompok usia produktif yang mendominasi porsi jemaah reguler.
- Anak/Remaja (Di Bawah 18 Tahun): Hampir tidak ada kuota khusus atau jumlah signifikan untuk kategori ini karena batasan usia pendaftaran haji di Indonesia.
Baca Juga: Cuaca Makkah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Penjelasan Jubir Kemenhaj
Pekerjaan Didominasi Ibu Rumah Tangga dan ASN
Data per 15 April 2026 mencatat, jemaah haji didominasi oleh ibu rumah tangga (52.717 orang), disusul pegawai swasta (46.462 orang), dan ASN (40.143 orang).
Pada tahun 2026 ini juga terungkap, fokus pelayanan haji adalah pada kelompok lansia dan risiko tinggi (risti).
Baca Juga: 6.823 Jemaah Haji Indonesia Jalani Perawatan, 7 Orang Meninggal
Profil Jemaah Haji 2026: Lansia Menjadi Prioritas
Data Pusdatin Kemenhaj per April 2026 menunjukkan profil jemaah yang signifikan dari kalangan lanjut usia:
Total Lansia (65 tahun ke atas): Tercatat lebih dari 40 ribu orang.
Risiko Tinggi (Risti/Komorbid): Sebanyak 177.253 jemaah (sekitar 80% dari total jemaah reguler) tergolong risiko tinggi, baik dari faktor usia maupun penyakit komorbid.
Prioritas Lansia: Pemerintah memberikan kuota khusus sebesar 5% di setiap provinsi untuk lansia dengan usia 65 tahun ke atas, diurut dari yang tertua.
Baca Juga: Update Haji 2026: 74.652 Jemaah Indonesia Sudah Diberangkatkan
Pelayanan Ramah Lansia
Mengingat tingginya angka risti, Pemerintah menerapkan tagline "Ramah Lansia, Perempuan & Disabilitas".
Tim Kesehatan haji 2026 difokuskan pada pendampingan ketat, dengan dukungan sarana kursi roda dan tim medis yang disiagakan di seluruh embarkasi dan Arab Saudi.
Pemberangkatan dimulai pada April 2026, dengan total 221.000 jemaah yang akan diterbangkan dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara hingga hari ini, belum seluruh jemaah diterbangkan karena harus menunggu giliran sesuai kelompok terbang masing-masing.
Editor : Hariri HJ