Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sunnah Tidur dan Istirahat di Muzdalifah Agar Ibadah Haji Tetap Optimal

Viona Rj • Rabu, 6 Mei 2026 | 23:59 WIB

 

Ilustrasi bermalam atau mabit di Muzdalifah (AI/Halojember)
Ilustrasi bermalam atau mabit di Muzdalifah (AI/Halojember)

 

HALOJEMBER - Muzdalifah merupakan salah satu tempat penting dalam rangkaian ibadah haji yang disinggahi setelah wukuf di Arafah. Di tempat ini, jamaah melaksanakan mabit (bermalam) sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina. Selain sebagai kewajiban, bermalam di Muzdalifah juga memiliki beberapa sunnah terkait tidur dan istirahat yang dianjurkan agar ibadah tetap optimal dan kondisi fisik terjaga.

1. Segera Beristirahat Setelah Shalat

Setelah tiba di Muzdalifah dan melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara jamak ta’khir, jamaah disunnahkan untuk segera beristirahat. Hal ini meneladani Rasulullah SAW yang tidak memperpanjang aktivitas malam agar tubuh siap menghadapi rangkaian ibadah berikutnya.

2. Tidur Secukupnya

Istirahat di Muzdalifah tidak harus lama, tetapi cukup untuk memulihkan tenaga. Sunnah ini menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan kondisi fisik.

3. Tidur di Tempat Terbuka dengan Kesederhanaan

Jamaah biasanya tidur di ruang terbuka tanpa fasilitas mewah. Hal ini mencerminkan kesederhanaan dan kesetaraan seluruh umat Islam di hadapan Allah SWT.

4. Tetap Berdzikir Sebelum Tidur

Sebelum tidur, disunnahkan membaca dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, serta doa sebelum tidur. Ini membantu menjaga hati tetap terhubung dengan Allah SWT.

5. Bangun untuk Shalat Subuh di Awal Waktu

Jamaah dianjurkan bangun lebih awal agar dapat melaksanakan shalat Subuh di awal waktu dan melanjutkan dengan dzikir serta doa.

6. Tidak Begadang Tanpa Keperluan

Menghindari aktivitas yang tidak penting pada malam hari, seperti berbincang berlebihan, merupakan bagian dari sunnah. Fokus utama adalah istirahat dan persiapan ibadah.

7. Memanfaatkan Waktu untuk Kesehatan

Istirahat yang cukup di Muzdalifah sangat penting karena setelahnya jamaah akan menjalani aktivitas fisik seperti melontar jumrah di Mina. Oleh karena itu, menjaga stamina termasuk bagian dari ikhtiar dalam ibadah.

8. Tetap Menjaga Adab dan Kebersihan

Meskipun dalam kondisi sederhana, jamaah tetap dianjurkan menjaga kebersihan tempat, tidak mengganggu orang lain, dan saling menghormati.

Sunnah tidur dan istirahat di Muzdalifah mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan fisik. Dengan istirahat yang cukup dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, jamaah dapat melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan lebih kuat dan khusyuk. Muzdalifah bukan hanya tempat bermalam, tetapi juga momen untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh dalam perjalanan spiritual menuju haji yang mabrur.

 

Editor : Viona Rj
#Muzdalifah #ibadah haji