Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Blangkon Jadi "GPS Visual" Otomatis dan Mempermudah Petugas Haji Indonesia – Yogjakarta 2026

Hariri HJ • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:00 WIB
Dua jemaah haji asal Yogyakarta mengenakan Blangkon dan mencuri perhatian dunia. (nurhariri/ai/halojember)
Dua jemaah haji asal Yogyakarta mengenakan Blangkon dan mencuri perhatian dunia. (nurhariri/ai/halojember)

HALOJEMBER - Di tengah jutaan manusia, blangkon menjadi penanda visual yang sangat efektif atau sering disebut sebagai "GPS Manual" di Arab Saudi, di Makkah maupun Madinah.

Warna dan bentuknya yang mencolok dibanding peci atau sorban pada umumnya, membuat anggota rombongan lebih mudah saling menemukan jika terpisah setelah melaksanakan salat.

"Sangat membantu untuk mengenali kawan jika terpisah. Dari jauh sudah kelihatan kalau itu rombongan kita," tambah Saban.

Baca Juga: Jemaah Haji Tertinggal Pesawat karena Tidur di Asrama Haji, Jangan Panik Ini Simulasi yang Perlu Anda Ketahui

Warisan Budaya yang Terus Dirawat

Penggunaan blangkon oleh jemaah Indonesia ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017 dan terus dipertahankan sebagai wujud cinta tanah air.

Meski memakai pakaian adat, jemaah tetap mematuhi aturan ihram, di mana blangkon dilepas saat masa ihram berlangsung.

Aksi ini mendapat sambutan positif, karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai ibadah dengan kearifan lokal, memperindah aktivitas, serta menunjukkan identitas bangsa yang santun dan berbudaya di Tanah Suci.

Baca Juga: Sunnah Tidur dan Istirahat di Muzdalifah Agar Ibadah Haji Tetap Optimal

Filosofi Mendalam di Tanah Suci

Saban Nuroni menambahkan, pendamping KBIHU Muslimat NU dalam kloter tersebut, menjelaskan bahwa penggunaan blangkon mengandung filosofi religius yang mendalam.

Terdapat 17 lipatan (wiru) pada blangkon yang melambangkan jumlah rakaat salat fardu dalam sehari semalam, menjadi pengingat spiritual bagi pemakainya.

"Selain itu, punukan (tonjolan) di bagian belakang blangkon mengajarkan jemaah untuk menyimpan rapat-rapat aib atau perbedaan pendapat, bukannya diumbar di depan publik," kata Saban.

Editor : Hariri HJ
#Blangkon Jadi "GPS Visual" #Petugas Haji Indonesia #Yogjakarta #warisan budaya