HALOJEMBER - Hajar Aswad merupakan salah satu benda paling mulia dan bersejarah dalam Islam. Batu berwarna kehitaman ini terletak di salah satu sudut Ka’bah, tepatnya di rukun atau pojok Hajar Aswad di Ka'bah.
Keberadaannya selalu menjadi perhatian jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Dalam sejarah Islam, Hajar Aswad dipercaya sebagai batu mulia yang berasal dari surga.
Batu ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi bagian dari sejarah pembangunan Ka’bah yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Hajar Aswad kemudian ditempatkan di sudut Ka’bah sebagai penanda awal tawaf.
Bagi umat Islam, Hajar Aswad bukan sekadar batu biasa, melainkan simbol ketaatan dan penghormatan terhadap syariat Allah SWT.
Saat melaksanakan tawaf, jamaah dianjurkan memberi isyarat atau mencium Hajar Aswad apabila memungkinkan.
Namun, hal tersebut tidak wajib dilakukan, terutama jika kondisi sangat padat dan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Warna Hajar Aswad yang kini tampak hitam diyakini berubah seiring perjalanan waktu. Batu ini juga dikelilingi bingkai perak untuk menjaga dan melindunginya.
Meski ukurannya tidak terlalu besar, Hajar Aswad memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia.
Keberadaan Hajar Aswad menjadi pengingat tentang sejarah panjang Ka’bah sebagai pusat ibadah umat Islam. Setiap jamaah yang melihatnya merasakan kekaguman dan harapan agar ibadah yang dilakukan di Tanah Suci mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Editor : Viona Rj