HALOJEMBER - Salah satu tantangan utama berangkat haji dibanding rukun Islam yang lain adalah perlunya kemampuan yang cukup termasuk biaya atau finansial.
Bagi mereka yang menabung untuk biaya haji, salah satu hal yang mungkin kurang disadari adalah biaya haji itu, terus bergerak naik dalam jangka panjang.
Meskipun sempat turun tipis pada tahun 2026, biaya riil ibadah haji diproyeksikan akan terus menanjak dalam 8 hingga 12 tahun mendatang.
Realita Biaya Haji 2026
Pada musim haji 1447 H atau tahun 2026 M, pemerintah dan DPR menyepakati rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) adalah sebesar Rp87,41 juta per jemaah, dan di sana calon jamaah hanya perlu membayar BPIH sebesar Rp54,19 juta sementara sisanya di tutup dengan hasil manfaat investasi yang dikelola BPKH.
Biaya Haji Terus Naik
Namun jangan salah, data dari sejumlah sumber menunjukkan fluktuasi signifikan yaitu pada tahun 2016, Bipih sempat menyentuh titik terendah di Rp34,6 juta, namun setelah pandemi melonjak drastis ke Rp56,05 juta pada 2024.
Baca Juga: Ternyata ini Orang Indonesia Pertama yang Pergi Haji
Sedangkan dari laporan Inilah.com, sejak 2014 total BPIH bergerak dari kisaran Rp59 juta menjadi hampir Rp87 juta pada 2026, ini berati kenaikan lebih dari 45% dalam rentang 12 tahun.
Ada banyak faktor yang mendorong kenaikan ini seperti, nilai kurs rupiah terhadap riyal Saudi dan dolar AS yang cenderung melemah selama satu dekade terakhir, sehingga setiap komponen berdenominasi asing misalnya sewa hotel, transportasi, dan catering menjadi lebih mahal.
Selain itu, inflasi biaya layanan di Arab Saudi meningkat tajam seiring reformasi di sektor wisata dan pelayanan jamaah sehingga membuat hotel-hotel di sekitar Masjidil Haram dan Nabawi menaikkan tarifnya hingga dua digit, sedangkan sistem pemenuhan makanan dan transportasi dirubah sesuai dengan standar baru yang lebih mahal.
Tentu terdapat faktor-faktor lainya, yang akhirnya membuat naiknya biaya haji .
Proyeksi 8–12 Tahun ke Depan
Dengan mempertimbangkan tren historis, inflasi, dan berbagai faktor makroekonomi, beberapa pihak telah mencoba memproyeksikan biaya haji di masa depan.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Desset dan Kopi di Mekkah dan Madinah Bagi Jamaah Haji
Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia (BSI) Anton Sukarna dalam Communication summit 2024 di bali menyampaikan, jika proyeksi 10 tahun ke depan, biaya haji bisa mencapai Rp100-200 Juta.
“Artinya, dari tahun 2022 ke 2024, ongkos naik haji meningkat sekitar Rp 6 juta dalam dua tahun, atau sekitar 10 persen per tahun. Jika kita proyeksikan 10 tahun ke depan, biaya haji bisa mencapai Rp 100-120 juta,” ungkapnya (18/10/2024).
Itu artinya, pada tahun 2034–2036, BPIH bisa menyentuh Rp120 juta.
Baca Juga: Sanksi Berat Haji Furoda Alias Haji Kilat, Korban Selundupan Ilegal Travel Haji-Umroh
Jika proporsi Bipih tetap 62%, maka jemaah harus membayar sekitar Rp74,4 juta, namun, jika komposisi berubah menjadi 70% seperti yang pernah diusulkan Kemenag, Bipih bisa mencapai Rp84 juta per orang.
Bagaimana dengan 12 tahun lagi atau sekitar 2038? Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI pada 2023 telah mengungkapkan skenario kenaikan setoran awal menjadi Rp50 juta pada 2038, yaitu naik setiap 5 tahun.
Jika dhitung sederhana, Bipih 2026 adalah Rp54,19 juta.
Dengan asumsi inflasi tahunan rata-rata 3,48% (inflasi Maret 2026), maka dalam 8 tahun (2034) Bipih menjadi sekitar Rp71,1 juta, dan dalam 12 tahun (2038) menjadi sekitar Rp81,5 juta.
Apa yang Bisa Kita Lakukan Sekarang?
1. Amankan Nomor Porsi Sekarang Juga
Semakin cepat mendaftar, semakin kecil selisih yang harus kita kejar.
2. Jangan Hanya Menabung Tapi Investasikan
Gunakan instrument-instrumen investasi yang halal seperti : Emas, Sukuk ritel, dan reksadana syariah.
Baca Juga: Penyebab Haji Furoda Ditiadakan 2026, Ada yang OKB, Diistimewakan, hingga Bisnis Ilegal Travel
3. Evaluasi Jalur Keberangkatan
Bagi yang memiliki kemampuan finansial lebih, jalur Haji Khusus (Plus) bisa jadi alternatif, dengan masa tunggu 4–8 tahun.
Biaya haji dalam 8–12 tahun lagi hampir pasti akan naik, jadi jangan ditunda-tunda.
Semoga kita semua termasuk di antara mereka yang kelak berjalan sebagai jamaah haji Masjidil Haram. (mg4)
Editor : Hariri HJ