Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Berikut Tips dan Strategi Mengurangi Doom Spending di Kalangan Gen Z

Halo Jember • Kamis, 3 Oktober 2024 | 20:00 WIB

 

menabung (Pinterest)
menabung (Pinterest)

HALOJEMBER – Fenomena doom spending atau belanja impulsif yang dipicu oleh rasa cemas, stress, dan ketidakpastian akan masa depan semakin marak di kalangan Gen Z.

Di tengah gelombang informasi yang terus menerpa, terutama dari media sosial, banyak dari generasi muda yang merasa terjebak dalam siklus belanja berlebihan sebagai pelarian dari tekanan hidup sehari-hari.

Untuk mengatasi sikap doom spending, terdapat beberapa langkah dan strategi yang bisa membantu mengurangi perilaku ini dan menjaga keuangan tetap sehat.

BACA JUGA: Kepuasan Sejenak atau Penyesalan Panjang? Mari Bahas Dampak Doom Spending!

  1. Sadari Pemicu Emosional

Gen Z sering kali terdorong untuk belanja ketika merasa cemas atau tidak bahagia.  Menyadari faktor pemicu emosional yang mendorong belanja impulsif adalah langkah pertama untuk mengendalikannya.

Bahkan ahli psikologi menyarankan untuk melakukan introspeksi atau bahkan mencatat perasaan sebelum melakukan transaksi untuk memahami motivasi di balik Keputusan tersebut.

  1. Buat Anggaran dan Pantau Pengeluaran

Membuat anggaran bulanan adalah salah satu cara efekif untuk mengurangi doom spending. Dengan memiliki panduan pengeluaran yang jelas, Gen Z dapat mengelola keuangan dengan lebih baik dan memahami batasan mereka.

Untuk membuat anggaran ini, kamu dapat mengunduh aplikasi keuangan yang berfungsi membantu mengelola pengeluaran harian, sehingga mudah untuk melihat kapan dan di mana uang telah digunakan.

  1. Detoks Media Sosial

Konten yang muncul di media sosial, sering kali menjadi salah satu faktor  terbesar pemicu doom spending. Iklan yang terus muncul atau melihat sebuah tayangan mengenai kehidupan mewah seseorang, menjadikan timbulnya perasaan tertinggal dan terdorong untuk mengikuti tren konsumerisme.

Melakukan detoks media sosial atau membatasi waktu penggunaan dapat membantu mengurangi dorongan untuk belanja yang tidak perlu.

BACA JUGA: Akiya di Jepang: Misteri Jutaan Rumah Kosong dan Alasan di Balik Keberadaannya

  1. Prioritaskan Pengeluaran untuk Kebutuhan, Bukan Keinginan

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi doom spending yaitu dengan memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Membuat daftar barang yang benar-benar dibutuhkan dapat membantu menghindari godaan belanja impulsif.

Sebagai gantinya, fokuskan pengeluaran pada hal-hal yang benar-benar mendukung kesehjateraan jangka panjang, seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan.

  1. Temukan Pelarian yang Lebih Positif

Gen Z bisa menemukan pelarian lain yang lebih positif untuk mengatasi stress dan mencegah timbulnya doom spending seperti berolahraga, meditasi, atau hobi yang tidak melibatkan pengeluaran uang. Aktivitas ini dapat memberikan kepuasaan tersendiri tanpa harus merogoh kocek.

  1. Tabung Secara Otomatis

Untuk membantu menghindari belanja impulsif, menabung secara otomatis menjadi salah satu solusi yang direkomendasikan. Dengan mengatur transfer otomtasi ke rekening tabungan tiap bulannya, Gen Z bisa membangun kebiasaan menabung tanpa harus tergoda untuk membelanjakan uang lebih dahulu.

  1. Belanja dengan Kesadaran

Menerapkan prinsip belanja dengan kesadaran (mindful spending) dapat membantu Gen Z mengendalikan pengeluaran. Daripada belanja sebagai bentuk kompensasi emosional, cobalah untuk berhenti sejenak dan menanyakan pada diri sendiri apakah barang yang ingin dibeli benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat.

BACA JUGA: Generasi Sandwich Wajib Nonton! Mengapa Home Sweet Loan Terasa Dekat dengan Kehidupan Kita? Ini Fakta Unik di Balik Pembuatan Filmnya

Mengurangi doom spending memerlukan kesadaran dan upaya aktif dari setiap individu. Dengan menerapkan beberapa langkah di atas, Gen Z dapat belajar mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan menghindari jebakan belanja impulsif yang dapat merusak kesehatan finansial jangka panjang.

Jika diikuti secara konsisten, langkah-langkah ini tidak hanya akan memperbaiki kondisi keuangan pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mental dan emosional Gen Z.

Menghindari doom spending berarti memiliki kontrol lebih atas hidup, dan dalam jangka panjang, akan mendorong pola konsumsi yang lebih bijaksana dan berkelanjutan.

Penulis: Audya Amalia Mufida

 

Editor : Halo Jember
#lifestyle #doom spending #Gen Z