HALOJEMBER – Memasuki akhir tahun, Indonesia tengah menghadapi puncak musim hujan, yang membawa risiko meningkatnya berbagai penyakit, khususnya yang terkait dengan kondisi lingkungan dan kesehatan.
Genangan air, kelembapan udara, serta sistem sanitasi yang kurang optimal menjadi faktor utama yang memicu kemunculan berbagai penyakit.
Menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes, terdapat 7 penyakit yang kerap muncul selama musim hujan. Penyakit-penyakit tersebut meliputi:
- Diare
- Demam Berdarah
- Leptospirosis
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
- Penyakit kulit
- Gangguan saluran cerna lainnya, seperti demam tifoid
- Perburukan penyakit kronis, yang sebelumnya sudah diderita
Memahami risiko ini dan langkah-langkah pencegahannya sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman kesehatan selama musim hujan. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan tindakan preventif yang tepat, risiko penyakit tersebut dapat diminimalkan.
Berikut penjelasan mengenai 7 penyakit yang sering muncul di musim hujan beserta cara mencegahnya.
- Demam berdarah dengue (DBD)
DBD sering muncul karena peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air. Pencegahannya:
- Menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali.
- Menutup rapat wadah penampungan air.
- Mendaur ulang atau membuang barang bekas seperti ban dan kaleng yang bisa menampung air.
- Diare
Penyakit ini sering disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi akibat banjir dan polusi. Langkah pencegahan:
- Masak makanan hingga matang dan cuci buah serta sayur dengan air bersih.
- Cuci tangan secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah ke toilet.
- Konsumsi air bersih dengan merebus atau menggunakan air kemasan yang terjamin kualitasnya.
- Leptospirosis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui urine tikus. Untuk pencegahannya:
- Jaga kebersihan lingkungan dan hindari genangan air.
- Gunakan sarung tangan dan sepatu bot saat bekerja di area berisiko.
- Cuci tangan setelah kontak dengan tanah atau hewan.
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Perubahan cuaca saat musim hujan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan meningkatkan risiko ISPA. Cara pencegahannya:
- Makan makanan bergizi dan konsumsi cukup cairan.
- Hindari keramaian dan rutin mencuci tangan.
- Gunakan masker di tempat umum untuk mengurangi risiko penularan.
- Penyakit Kulit
Kelembapan tinggi saat musim hujan dapat memicu infeksi kulit seperti kurap, panu, atau eksim. Untuk pencegahannya:
- Jaga kebersihan tubuh dan mandi secara teratur.
- Gunakan pelembap dan segera ganti pakaian basah.
- Oleskan krim antijamur pada area kulit yang rentan.
- Demam Tifoid (Tipes)
Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dari makanan atau air yang terkontaminasi. Untuk pencegahannya:
- Pastikan kebersihan makanan dan air yang dikonsumsi.
- Cuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
- Perburukan Penyakit Kronik
Penyakit kronik seperti diabetes atau hipertensi dapat memburuk akibat daya tahan tubuh yang menurun selama musim hujan, terutama jika terjadi banjir berkepanjangan. Untuk pencegahannya:
- Pertahankan gaya hidup sehat dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.
- Jaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko infeksi sekunder.
Dengan langkah-langkah di atas, Anda dapat melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit yang sering muncul saat musim hujan.
Penulis: Audya Amalia Mufida
Editor : Halo Jember