HALOJEMBER - Siapa yang tidak mengenal bonsai?. Pohon kerdil yang menyuguhkan berbagai keunikan itu, cukup banyak digemari.
Termasuk oleh masyarakat Jember. Sebagian dari pecinta bonsai, memilih merawat pohon kerdil ini dengan sejumlah pertimbangan.
Seperti yang dilakukan oleh Akhmad Hasin, pecinta sekaligus pembudidaya bonsai asal Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Jember. Bagi dia, ada sensasi kenikmatan yang dirasakan saat merawat pohon kerdil ini.
"Salah satu fungsi bonsai yakni mendekatkan keindahan tersebut lebih dekat dengan kita," kata Kak Acing, sapaan akrab Akhmad Hasin.
Acing menyebut, merawat bonsai adalah tentang seni melatih kesabaran, serta mujarab dalam mengusir stres. Karena dalam perawatannya dibutuhkan ketelatenan ekstra, disertai nilai seni tinggi.
"Perawatan pohon bonsai secara teknis ada seninya. Seperti media tanamnya apa, pupuknya apa, dan perawatannya bagaimana," katanya.
Biasanya pembudidaya bonsai menemukan bibit pohon kerdil ini dari hutan. Namun ada pula yang memang dibentuk dari awal. Kemudian sang pemilik merawatnya demi menghasilkan bentuk yang lebih menarik.
Hal yang penting, kata dia, terletak pada tiap lekukan ranting dan dahan bonsai. Bagaimana agar bisa menggantung, lalu bisa rimbun, membentuk akar, dikawat, dipupuk, hingga terbentuk lekukan yang sesuai dengan kehendak tuannya.
Proses itu tentu membutuhkan waktu. Bonsai kecil, hanya untuk tampil cantik sebagai hiasan, biasanya butuh satu hingga dua tahun. “Tapi bonsai penggemukan sebesar paha, umumnya bisa bagus di usia tiga tahunan itu," ucapnya
Acing menambahkan, jika bonsai yang memiliki tampilan unik, bisa diikutsertakan kontes yang terbagi menjadi sejumlah kategori. Kontes inilah yang membuat budidaya bonsai terus eksis dan tak pernah surut peminatnya.
Meski budidaya bonsai terbilang gampang-gampang susah, bukan berarti tanpa risiko. Acing menjelaskan, ada beberapa jenis bonsai yang terbilang mahal tapi gampang mati, terdapat pula bonsai murah namun dengan perawatannya yang mudah.
"Kendala budidaya bonsai banyak, terutama tentang ilmu perawatannya dan risikonya. Kalau soal duit bisa pinjam, tetapi kalo ga punya ilmunya tentang bonsai, merawatnya bisa ngawur," pungkas Acing. (yul/mau)
Editor : Halo Jember