Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Gaya Hidup Donor Darah yang Tidak Sekadar Aksi Sosial

Dwi Siswanto • Minggu, 8 Juni 2025 | 18:15 WIB
FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN BERBARING: Masyarakat dari berbagai kalangan saat melakukan donor darah di Bondowoso
FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN BERBARING: Masyarakat dari berbagai kalangan saat melakukan donor darah di Bondowoso

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, donor darah mulai dilirik sebagai bagian dari gaya hidup modern.

Donor darah seharusnya tidak lagi dianggap sebagai kegiatan darurat atau insidental, melainkan kebiasaan rutin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa.

FAQIH HUMAINI, Bondowoso

Ekspresi datar ditunjukkan Sandra Yusnita Devi saat jarum mulai menusuk pembuluh darahnya.

Dia tampak tenang dan tidak ada rasa sakit sedikit pun.

“Sudah biasa donor darah saya. Jadi ya begitu-begitu saja rasanya,” ungkapnya.

Warga Bondowoso ini cukup senang mendonorkan darahnya. Selain bisa bermanfaat untuk orang lain, juga ada dampak kesehatan yang dia terima.

“Awalnya kali donor ya gugup. Tapi beberapa kali terbiasa dan malah menyenangkan,” ungkapnya.

Direktur Rumah Sakit Cahya Medika RSCM Bondowoso, dr. Amanda Cahya Yanuartika, menyatakan bahwa donor darah tidak hanya berdampak bagi penerima, tetapi juga memberikan keuntungan besar bagi si pendonor.

“Secara medis, donor darah dapat merangsang tubuh untuk memproduksi sel darah merah baru. Membantu menjaga sirkulasi tetap optimal, serta menyeimbangkan kadar zat besi dalam tubuh,” jelasnya.

Selain manfaat fisik, donor darah juga membawa efek psikologis positif. Ia menekankan bahwa menjadi pendonor rutin berarti juga menjaga kesehatan diri sendiri.

“Ada perasaan puas, senang, bahkan lebih termotivasi untuk menjaga pola hidup sehat setelah mendonor. Ini menjadi alasan mengapa donor darah bisa disebut sebagai gaya hidup. Bukan sekadar kepedulian sosial,” tambah Amanda.

Tren gaya hidup donor darah ini, lanjut Amanda, semakin terlihat di kalangan muda.

Banyak anak muda yang mulai menjadikan donor darah sebagai aktivitas bulanan, seperti olahraga atau meditasi.

“Mereka datang bukan karena ada acara besar, tapi karena sudah menjadikannya bagian dari rutinitas sehat. Ini tentu perkembangan yang sangat positif,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan tren hidup sehat lewat donor darah tersebut, RSCM Bondowoso rutin menggelar kegiatan donor darah dengan suasana yang nyaman dan bersahabat.

“Kami ingin menciptakan pengalaman positif bagi setiap pendonor. Mulai dari ruang tunggu yang nyaman, pemeriksaan ringan sebelum donor, hingga bingkisan kecil sebagai bentuk apresiasi,” jelasnya. (dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#donor darah #gaya hidup donor darah #pendonor #RSCM Bondowoso #bondowoso