Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cara Mengembalikan Kepercayaan Diri Korban Perselingkuhan, Mengurangi Rasa Trauma

Mat Hari • Kamis, 26 Februari 2026 | 22:35 WIB

Ilustrasi seorang wanita yang sedang menangis karena dikhianati (Mat/AI)
Ilustrasi seorang wanita yang sedang menangis karena dikhianati (Mat/AI)

HALOJEMBER - Perselingkuhan kerap meninggalkan luka emosional mendalam bagi pihak yang dikhianati.

Selain rasa marah dan kecewa, korban sering mengalami penurunan kepercayaan diri, merasa tidak cukup berharga, hingga mempertanyakan diri sendiri.

Pakar kesehatan mental menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan diri pascaperselingkuhan membutuhkan waktu dan proses yang tidak instan.

Psikolog menjelaskan bahwa langkah awal yang penting adalah memvalidasi perasaan diri. Mengakui rasa sedih, marah, dan terluka merupakan bagian wajar dari proses penyembuhan.

Menekan emosi atau memaksakan diri untuk “cepat move on” justru berisiko memperpanjang luka emosional. Memberi ruang pada diri untuk berduka dinilai membantu pemulihan yang lebih sehat.

Membangun kembali kepercayaan diri dapat dimulai dengan memisahkan nilai diri dari tindakan pasangan.

Pakar menekankan bahwa perselingkuhan adalah pilihan pelaku, bukan cerminan nilai atau kelayakan korban.

Menguatkan kembali identitas diri melalui aktivitas yang memberi rasa mampu seperti menekuni hobi, merawat tubuh, atau mengejar tujuan personal dapat membantu memulihkan rasa berharga.

Dukungan sosial juga berperan penting dalam proses pemulihan. Berbagi cerita dengan teman tepercaya atau keluarga dapat mengurangi rasa sendirian dan membantu korban melihat situasi dari sudut pandang yang lebih objektif.

Di era digital, diskusi tentang pemulihan pascaperselingkuhan juga marak di media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Meski dapat memberi rasa ditemani, pakar mengingatkan agar korban tidak membandingkan proses penyembuhan diri dengan orang lain di media sosial.

Langkah lain yang dianjurkan adalah menetapkan batasan baru dalam relasi. Jika korban memilih untuk melanjutkan hubungan,

 komunikasi terbuka dan kesepakatan ulang tentang batasan menjadi kunci untuk memulihkan rasa aman.

Jika memilih mengakhiri hubungan, fokus pada perawatan diri dan penyusunan ulang tujuan hidup dinilai membantu membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap.

Pakar menegaskan bahwa mencari bantuan profesional bukan tanda kelemahan. Konseling atau terapi dapat membantu korban memproses trauma emosional, membangun kembali harga diri, serta mempelajari pola relasi yang lebih sehat di masa depan.

Pemulihan kepercayaan diri adalah perjalanan personal setiap orang berhak pulih dengan ritme dan caranya sendiri.

 

Editor : Harry Erje
#perselingkuhan #trauma