HaloJember – Menjelang Idul Fitri, umat Islam biasanya ramai menunaikan zakat fitrah. Namun ternyata ada satu kewajiban lain yang sering terlupakan, yakni zakat mal atau zakat harta.
Zakat mal merupakan zakat yang dikenakan atas kekayaan seorang Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu.
Harta tersebut bisa berupa uang, emas, tabungan, investasi, hingga penghasilan usaha.
Badan Amil Zakat Nasional menjelaskan zakat mal adalah zakat yang dikenakan pada segala jenis harta yang dimiliki secara sah dan tidak bertentangan dengan syariat.
Berbeda dengan zakat fitrah yang wajib dibayar menjelang Idul Fitri, zakat mal tidak terikat waktu tertentu.
Zakat ini wajib dikeluarkan ketika harta sudah mencapai batas minimal yang disebut nisab dan dimiliki selama satu tahun hijriah atau haul.
Harta Apa Saja yang Wajib Dizakati?
Tidak sedikit orang mengira zakat mal hanya berlaku untuk emas atau kekayaan besar. Padahal cakupannya jauh lebih luas. Zakat mal dapat dikenakan pada berbagai jenis harta seperti:
-
Uang tabungan dan investasi
-
Emas dan logam mulia
-
Aset perdagangan atau usaha
-
Hasil pertanian dan perkebunan
-
Penghasilan profesi
-
Hasil tambang maupun perikanan
Karena itu, banyak Muslim sebenarnya sudah memenuhi syarat wajib zakat mal tanpa menyadarinya.
Besaran Zakat Mal
Secara umum, zakat mal yang paling sering dibayar adalah sebesar 2,5 persen dari total harta yang telah mencapai nisab. Nisab sendiri biasanya disetarakan dengan nilai 85 gram emas.
Artinya, jika nilai harta yang dimiliki selama satu tahun telah melebihi batas tersebut, maka wajib dikeluarkan zakatnya.
Mengapa Banyak Dibayar Saat Ramadan?
Walau zakat mal bisa dibayarkan kapan saja ketika syaratnya terpenuhi, banyak umat Islam memilih menunaikannya pada bulan Ramadan.
Hal ini karena bulan Ramadan dianggap sebagai waktu yang penuh keberkahan sehingga amal ibadah, termasuk zakat, diyakini mendapatkan pahala berlipat.
Selain sebagai kewajiban agama, zakat mal juga memiliki tujuan sosial yang besar. Dana zakat digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung berbagai program pemberdayaan umat seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan ekonomi.
Karena itu, memahami zakat mal menjadi penting agar kewajiban ini tidak terlewat, terutama bagi mereka yang telah memiliki penghasilan dan harta yang memenuhi syarat.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi