HALO JEMBER – Dalam perfilman Indonesia saat ini kembali ada unsur edukasi dan hikmah dalam film. Hal tersebut, tampak pada film-film horor. Seperti KKN, yang terdapat makna dan pesan untuk prilaku manusia.
Film-film yang terdapat hikmah tersebut juga sering disajikan pada perfilman Indonesia tahun 1980 sampai 1990an. Tidak hanya horor, film dengan genre agama juga begitu. Sebut saja, ada banyak film seri dengan sosok masing-masing Wali Songo.
Sunan Kalijaga pun juga ada dua seri. Yaitu film Sunan Kalijaga sendiri dan film Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar.
Film Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar itu rilis perdana pada tahun 1985. Bahkan, pada Ramadan 2022 lalu juga tayang di televisi nasional yaitu TV One.
Naskah cerita film ini ditulis oleh Sofyan Sharna yang kemudian ia sutradarai bersama koleganya, Ackyl Anwari. Adapun produksi Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar berada di bawah naungan PT Tobali Indah Film dan PT Empat Gajah Film.
Film ini mengambil latar transisi keruntuhan Kerajaan Majapahit dengan plot utama perselisihan Wali Songo kontra Syech Siti Jenar.
Jalannya kisah kian kuat dengan kehadiran aktor-aktor yang kini sudah kawakan, seperti Deddy Mizwar, Anwar Fuady, Ratno Timoer, dan Kusno Sudjarwadi serta Zainal Abidin.
Situs IMDB menunjukkan Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar cukup disukai dengan rating 6,8/10 dari total 19 voters.
Sinopsis Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar
Dikisahkan, jelang runtuhnya Kerajaan Majapahit, terjadi perang saudara yang dikenal dengan Perang Paregreg. Kondisi itu membuat kewibawaan Majapahit menurun drastis. Hal itu diperparah dengan kemerosotan moral dan kemiskinan rakyat.
Dalam situasi demikian, syiar Islam yang dipunggawai Wali Songo sudah berlangsung. Agama Hindu masih jadi mayoritas, tetapi masa itu juga merupakan titik mula berkembangnya Islam, terutama Pulau di Jawa.
Baca Juga: Suluk Jalan Terabas, Ajaran Gus Miek. Bagaimana Hakekatnya ?
Dalam sebuah scene awal, Sunan Kudus (Kusno Sudjarwadi) mengajak Wali Songo memberontak pada Majapahit. Gagasan itu hadir setelah ada Raden Patah, calon pemimpin yang dianggap kuat dan kelak terbukti setelah menjadi raja pertama Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa.
Sunan Kalijaga (Deddy Mizwar), masih dalam scene pembuka film ini, menentang gagasan pemberontakan yang digaungkan Sunan Kudus. Alasannya, penguasa Majapahit saat itu tak pernah mengganggu maupun melarang dakwah Islam yang dilakukan oleh Wali Songo.
Setelah perdebatan tentang pemberontakan, penonton diajak berpindah ke konflik lain di mana Wali Songo tak sejalan dengan ajaran Islam yang dibawa Syech Siti Jenar yang diperankan aktor Ratno Timoer.
Esensi konflik sebenarnya terjadi karena ajaran Manunggaling Kawula Gusti yang diajarkan Syech Siti Jenar. Dalam proses mengajarkan ajaran tersebut, Sunang Kalijaga dalam film juga memantau langsung di lokasi.
Tidak lama, Wali Songo mulai berkumpul, berdiskusi, dan bersikap tentang ajaran Syeh Siti Jenar yang dianggap kontroversial tersebut. Syeh Siti Jenar pun juga disidang oleh para Wali Songo.