HALO JEMBER – CPNS 2024 hal paling diantisipasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai pihak penyelenggara adalah kecurangan. Termasuk soal joki. Sebab, CPNS 2023 terdapat temuan joki.
Bahkan, joki yang terciduk dan pada 6 Juni 2024 kemarin masuk tahap ke dua yaitu dari kepolisian diserahkan di Kejaksaan. Adalah joki yang bermain cantik, alias tim dan cukup rapi.
Dilansir detik.com, enam joki CPNS 2023 tersebut diantaranya
Nama enam tersangka diantaranya.
- Indra Gunawan (38),
- Muhammad Reza Akbar (28),
- Kamilian Yussi Permata (25),
- Amantri Subarkah (31),
- Ratna Devinta Salsabila (20)
- Cyrilia Zabrina Putri Arzano (31).
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Donny Arief Praptomo, dari enam tersangka tersebut tidak semua menjadi joki. Tapi ada tugasnya yang memalsukan kartu ujian hingga merekrut seorang joki.
"Perannya berbeda, IG, RA, BO, dan KYP berperan sebagai koordinator sekaligus perekrutan joki, membuat identitas palsu, serta membuat kartu ujian palsu. Sementara RDS dan ABN berperan sebagai joki yang mengikuti ujian," jelasnya.
Diketahui, kasus tersebut terungkap dari hasil pendalaman terhadap tersangka RDS yang lebih dulu tertangkap. RDS beraksi pada Senin, 13 November 2023 di Graha Achava Join, Rajabasa, Bandar Lampung. Namun ia gagal karena aksinya diketahui karena tak lolos face recognition sesaat sebelum memasuki ruang tes.
RSD, Jadi Joki Untuk Dua Orang
Dilansir kompas.com, Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Lampung Kombes Umi Fadilah mengatakan, pelaku berinisial RDS (20) itu sempat menyamar menjadi peserta tes pada Jumat (10/11/2023). Bahkan, tidak hanya satu kali, tapi dua kali.
"RDS menjadi joki tes CPNS untuk dua orang peserta, tetapi berbeda hari," ujar Umi, Senin (20/11/2023).
Pertama, RSD menyamar menjadi peserta N dalam pelaksanaan tes pada Jumat (10/11/2023).
"Hari itu sebenarnya RDS tidak lolos saat verifikasi identitas dengan data di server. Tapi dia kabur," ucap Kombes Umi Fadilah.
Baca Juga: CPNS 2024. Ini Instansi dengan Kuota Terbanyak.
Aksi N akhirnya terhenti pada Senin (13/11/2023). Yaitu, pada waktu, RDS kembali tak lolos sewaktu dicek identitasnya dengan data di server.
"Dia langsung diamankan," ungkapnya. RDS yang diketahui mahasiwa ITB dijanjikan Rp 25 juta,
Polisi juga telah mengantongi dua orang yang memakai jasa joki RSD. Berinisial N, warga Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Serta D, warga Palembang, Sumatera Selatan. Sebagai biaya menjalankan aksi, RDS dijanjikan memperoleh uang Rp 25 juta.
Bayaran tersebut baru akan diberikan seusai peserta pengguna joki dinyatakan lulus ujian CAT (Computer Assisted Test). "Tapi kalau tidak lulus, uang itu tidak diberikan sebesar yang dijanjikan," tutur Umi.
Editor : Dwi Siswanto