Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Kenali Tiga Makam Habib di Masjid Ar Riyadh Solo.

Dwi Siswanto • Selasa, 11 Juni 2024 | 00:37 WIB
Makam Habib Anis (kanan) di belakang Masjid Riradh, Pasar Kliwon Solo (Foto: NU Online Jateng M Nur Ihsan)
Makam Habib Anis (kanan) di belakang Masjid Riradh, Pasar Kliwon Solo (Foto: NU Online Jateng M Nur Ihsan)

HALO JEMBER – Masjid Ar Riyadh, Surakarta atau Solo di Jawa Tengah menjadi salah masjid yang bersejarah di kota batik tersebut. Bahkan, Masjid Riyadh Solo juga jadi jujugan para peziarah. Sebelum mengikuti Haul Habib Ali Solo, maka tidak salahnya mengenal Masjid Ar Riyadh

Masjid Ar Riyadh semakin ramai dikunjungi masyarakat, pada saat moment Haul Habib Ali atau masyarakat menyebut Haul Habib Solo. Pada tahun 2024 ini diperkirakan peringatan Haul Habib Solo berlangsung pada 24 – 27 Oktober.

Posisi Masjid Ar Riyadh itu berada di Jalan Kapten Mulyadi dan cukup dekat dengan Alun-Alun Kidul dengan jarak sekitar 300 meter. Masjid Ar Riyadh bersejarah karena ada tiga makam para keturunan Habib Ali. Yakni Habib Alwi bin Ali Al-Habsy, dan diapit dua makam lainnya; Habib Anis bin Alwi al-Habsyi dan Habib Ahmad bin Alwi Al-Habsyi.

Nama pertama, Habib Alwi bin Ali Al Habsy merupakan putera kandung Habib Ali. Habib Alwi hijrah ke Indonesia untuk berdakwah dan pada akhirnya pada tahun 1355 H ia mendirikan sebuah masjid di Surakarta atau Solo.

Masjid tersebut diberi nama yang sama dengan masjid yang didirikan oleh ayahnya Habib Ali di Kota Seiwun, Hadramaut, Yaman, yakni Masjid Riyadh. BACA

Sedangkan dua nama berikutnya, merupakan putera Habib Alwi atau cucu dari Habib Ali Al-Habsyi. Habib Ahmad lahir ketika ayahnya Habib Alwi masih di Hadramaut. Lain halnya dengan adiknya, Habib Anis yang lahir di Indonesia.

Meneruskan Perjuangan Berdakwah dan Bangun Masjid

Foto: Solopos
Foto: Solopos

Keduanya cucu Habib Ali Solo, tersebut meneruskan perjuangan para leluhurnya, yaitu sebagai dai. Selain pada acara haul, ketiga makam tersebut setiap harinya hampir tidak pernah sepi dari peziarah. Bahkan, terkadang datang rombongan bus dari luar daerah.

Awal mulanya, Habib Alwi (putra Habib Ali Solo) berdakwah ke Indonesia mengikuti perintah dari ayahandanya yang kala itu telah meninggal dunia. Menurut cerita yang beredar, sebelum ke Solo, Habib Ali juga pernah tinggal di Palembang dan Jakarta.

Salah satu alasan Habib Alwi mau tinggal di Solo, lantaran ajakan dari temannya, yakni Habib Muhammad bin Abdullah Al-Idrus. Selain itu, saudara kandung Habib Alwi, Habib Ahmad bin Ali Al-Habsyi juga tinggal di Solo terlebih dahulu.

Baca Juga: Kisah Kaum Saba,  Negeri Subur, Tanpa Rasa Syukur

Dari sejarah yang ada, akhirnya Habib Alwi membangun Masjid Riyadh Solo pada 1355 H atau  1916 Masehi. Habib Alwi membangun masjid itu di atas tanah yang merupakan wakaf dari Habib Muhammad bin Abdullah Al-Idrus.

Setelah Masjid Riyadh dibangun, dakwah Habib Alwi semakin kuat. Bahkan, Habib Alwi sampai belajar bahasa Jawa halus yang bagi dia sangat asing. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dekat dengan masyarakat Solo. Hingga akhirnya Habib Alwi membuka majelis taklim yang ia asuh sendiri di Masjid Riyadh Solo sampai saat ini.

Tak hanya Masjid Riyadh, Habib Alwi juga membangun zawiyah atau majelis kecil untuk mengaji, yang lokasinya ada di sisi utara masjid. Hingga saat ini, pengajian yang dipelopori oleh Habib Alwi masih terus dilakukan.

 Menurut keterangan dari salah satu orang yang pernah nyantri kepada Habib Anis, KH Ahmad Baidlowi, peziarah paling banyak yang datang pada malam Jum’at. “Khususnya pada malam Jum’at Legi, saat diadakan rutinan pembacaan kitab maulid Simtuddurar,” terang pengurus PCNU Sukoharjo itu. Pada kesempatan itu, setidaknya ada ratusan pengunjung yang ikut hadir untuk ngalap berkah dari berziarah dan pembacaan sholawat nabi.

Editor : Dwi Siswanto
#solo #masjid riyadh solo