Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Daging Kurban Hanya Bertahan Satu Hari, Lho di Suhu Ruangan. Simak Penjelasannya dari Dosen Unmuh Jember.

Dwi Siswanto • Jumat, 14 Juni 2024 | 23:47 WIB
Dosen Teknologi Industri Pertanian sekaligus Pakar Ilmu Pangan Universitas Muhammadiyah Jember, Ara Nugrahayu Nalawati
Dosen Teknologi Industri Pertanian sekaligus Pakar Ilmu Pangan Universitas Muhammadiyah Jember, Ara Nugrahayu Nalawati

HALO JEMBER – Umat muslim sebentar lagi merayakan Hari Raya Idul Adha. Hari raya besar atau juga disebut hari raya haji itu juga ditandai dengan penyembelihan hewan kurban. Namun, perlu dicatat agar daging hewan kurban tidak cepat busuk.

Dosen Teknologi Industri Pertanian sekaligus Pakar Ilmu Pangan Universitas Muhammadiyah Jember, Ara Nugrahayu Nalawati STP MSi, memberikan penjelasan. Menurut dia, kebersihan daging kurban sangat ditentukan saat proses pasca penyembelihan hingga pengemasan.

"Pada saat pasca penyembelihan, panitia yang menangani daging harus dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap. Selain itu juga menggunakan alat yang bersih agar daging tetap dalam kondisi higienis dan bebas dari kontaminasi," katanya.

Kemudian, dalam suhu ruang, lanjut dia, daging kurban hanya dapat bertahan selama satu hari. Jika ingin disimpan lebih lama, maka daging dapat disimpan pada suhu di bawah 4 derajat celsius.

Dalam kondisi beku itu, aktivitas bakteri patogen akan terhenti sehingga dapat mencegah proses kerusakan produk daging segar. "Dengan penyimpanan seperti itu, daging bisa bertahan tiga hingga enam bulan," jelas dia.

Ara juga menyarankan, agar daging kurban segar, jeroan, dan daging yang sudah diolah harus dipisahkan dalam wadah penyimpanan yang berbeda. Hal ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Selain itu. dia juga mengingatkan agar tidak menggunakan plastik daur ulang untuk proses pengemasan.

Photo
Photo

Karena menurutnya plastik daur ulang mengandung bahan yang berpotensi merusak kesehatan dan lingkungan. Ia berharap,  masyarakat menggunakan wadah alternatif lain yang bisa dipakai ulang, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Juni 2023, tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik.

"Dengan proses penanganan dan pengolahan daging yang tepat, kondisi penyimpanan yang higienis, maka kita dapat menikmati daging kurban yang lezat, bergizi, dan aman," pungkasnya.

Editor : Dwi Siswanto
#bakteri #Unmuh Jember #daging kurban #idul adha #jeroan