Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Rustono Tempe Jepang. Sukses dengan Tempe, Padahal Dulu Pegawai Pabrik Roti

Halo Jember • Kamis, 20 Juni 2024 | 01:51 WIB
Rustono bersama istrinya. (Foto: disway.id)
Rustono bersama istrinya. (Foto: disway.id)

HALO JEMBER – Rustono tempe Jepang, begitulah Rustono dikenal. Pria kelahiran Grobongan, Jawa Tengah ini menjadi orang yang sukses mengembangkan usaha tempe di Jepang. Bahkan, tempenya hasil produksinya pun telah dikirim ke berbagai negara.

Namun, tempe di Jepang dijual dalam keadaan beku, berbeda dengan di Indonesia. Rustono juga telah berhasil memasarkan tempe buatannya ke beberapa negara lain seperti Korea Selatan, China, dan Meksiko. Harga tempe buatannya di Jepang dapat mencapai JPY 300, sekitar Rp 33 ribu per 100 gram.

  Pria lulusan Akademi Perhotelan Sahid tahun 1987 ini bermigrasi ke Jepang bersama isterinya, Tsuruko Kuzumoto pada 1997. Rustono kemudian melakukan riset kecil di sekitar daerah tempat tinggalnya di Shigaken Otsushi Hachiyado, Shiga untuk mengetahui peluang bisnis yang belum ada di sana.

Ketika berkeliling Rustono banyak menjumpai orang yang berjualan tahu. Namun, tidak ada yang berjualan tempe. Padahal, di Indonesia antara pengusaha tempe dan tahu ini cukup dekat. Bahkan, tak sedikit perajin tempe juga satu tempat dengan perajin tahu.

Mencari tempe di Jepang pada saat itu pun tidak ada. Keyakinan, orang Jepang itu juga suka makanan dari bahan dasar kacang kedelai. Rustono pun semakin mantap dengan membuat tempe.

Tempe Rustono
Tempe Rustono

Sebelum memulai usahanya, Rustono belajar ilmu berbisnis dengan menjadi pegawai di pabrik roti selama tiga tahun. Sambil bekerja, pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini berupaya mewujudkan impiannya dengan belajar membuat tempe melalui informasi yang ia dapatkan dari internet.

Selama empat bulan proses trial and error ia hadapi dalam membuat tempe. Setelah yakin tempenya dapat diproduksi, akhirnya pada 2000 Rustono memutuskan untuk keluar dari pabrik roti dan memulai bisnis tempenya.

Ternyata di awal usahanya, tempe yang ia produksi tidak laku dijual. Tempe buatannya yang kala itu masih menjadi makanan asing tidak diminati hotel, restoran atau toko-toko yang ia singgahi.

Namun Rustono tidak patah semangat, ia kemudian rela kembali ke Indonesia untuk belajar membuat tempe kepada lebih dari 60 perajin tempe tradisional selama tiga bulan lamanya.

Yang menjadi unik pada Rusto’s Tempeh adalah penggunaan ragi dan mesin yang asli dari Indonesia. Rustono memiliki alasan sendiri mengapa ia masih menggunakan ragi Indonesia padahal di Jepang juga terdapat produsen ragi. Menurutnya ragi Indonesia lebih memiliki aroma yang kuat, sehingga tempe yang diproduksi rasanya juga semakin nikmat.

Baca Juga: Bermain Drone, Berikut Adalah Tips Bagi Pemula Agar Terbang Stabil dan Mulus

 

Penghargaan

Rustono, Pria asal Jawa Tengah ini sukses jadi pengusaha tempe di Jepang
Rustono, Pria asal Jawa Tengah ini sukses jadi pengusaha tempe di Jepang

Di Jepang sudah banyak buku mengupas tentang tempe. Di antaranya yang terkenal adalah The Book of Tempeh, tulisan William Shurtleft dan Akiko Aoujaga. Buku besar ini lengkap dengan uraian dan ilustrasi menarik tentang pembuatan dan manfaat tempe dengan latar belakang budaya Indonesia, terutama Jawa.

Ada juga buku terbitan Asosiasi Tempe di Jepang yang dikelola para profesor dan ahli gizi. Asosiasi ini mengadakan penelitian dan setiap tahun mengadakan seminar tentang tempe. Salah satu kajiannya adalah kandungan gizi tempe tak kalah dari daging sapi.

Berbagai restoran vegetarian di Jepang banyak menyajikan olahan tempe dengan berbagai bentuk olahan Jepang, seperti misoshiru tempe dan tempura tempe. Yang paling terkenal adalah burger tempe.

Mereka memperkenalkan tempe dengan semboyan ”Makanan enak belum tentu menyehatkan, makanan tidak enak bisa menyehatkan. Tetapi, makanan enak dan menyehatkan adalah tempe!”

Terberitakan pula sebuah perusahaan kosmetik memproduksi bahan kecantikan dengan jamur hasil fermentasi tempe ke dalam kapsul yang konon bisa menghaluskan kulit.

Soal hak paten yang pernah jadi pergunjingan di negara kita bahwa tempe diklaim Jepang, Rustono menjelaskan, ”Ah, itu kesalahpahaman. Bagaimana kita mematenkan tempe yang semua orang sampai di Amerika pun tahu tempe adalah makanan asli Indonesia. Apakah Jepang juga akan mematenkan sashimi atau sushi? Mereka hanya mematenkan olahan burgernya, bukan tempenya.”

Editor : Halo Jember
#Rustono Tempe Jepang #Rustono #jepang #Tempe Jepang