Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Asal Muasal Kata Jamu. Minuman Indonesia Mendunia. UNESCO Mengakuinya

Dwi Siswanto • Selasa, 23 Juli 2024 | 02:34 WIB
Jamu keliling (radarjember)
Jamu keliling (radarjember)

HALO JEMBER - Sejak zaman nenek moyang, manusia telah mengandalkan kekayaan alam untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Jamu telah dikenal sejak dahulu dan saat ini tengah eksis di kancah internasional berkat ditetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO.

Hal itu, ditetapkan pada sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kasane, Republik Botswana, pada Rabu, 6 Desember 2023.

Kata “jamu” berasal dari gabungan dua kata yaitu “Jawa” dan “ngramu” yang memiliki makna ramuan yang dibuat oleh orang Jawa.

Teori lain menyebutkan bahwa jamu berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu “djampi” yang artinya metode penyembuhan dengan ramuan herbal.

Meskipun pandemi berakhir, eksistensi jamu masih terus melambung. Tak hanya berkat ditetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO. Namun, munculnya berbagai inovasi produk jamu yang kini terjual di pasaran juga menjadi alasan.

Dengan demikian, jamu tak hanya terkenal di kalangan orang tua saja tetapi juga di kalangan remaja. Hal tersebut, menepis anggapan bahwa hanya orang tua saja yang mengonsumsi jamu.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Mangestuti Agil MS mengatakan, dengan adanya pengakuan UNESCO itu, seharusnya sudah tidak ada lagi keraguan untuk meminum jamu terutama bagi kalangan generasi muda. Apalagi, minuman tradisional itu memiliki berbagai khasiat untuk tubuh. 

Generasi muda pun harus turut serta dalam menjaga warisan tersebut. Cara generasi muda untuk menjaga warisan jamu tidak hanya dengan mengonsumsinya saja. Namun, banyak dari mereka mulai membuka usaha jamu.

Dengan kreativitas para generasi muda yang mengembangkan produk jamu agar dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mereka juga memanfaatkan media massa agar jamu lebih terkenal.Baca Juga: Awas Rebahan Terus Bisa Buat Kamu Jadi Skoliosis. Mitos atau Fakta?

Secara tidak langsung, hal itu mendukung Kemenkes yang telah mencanangkan gerakan minum jamu. Sebab, media massa memiliki peran penting untuk menampilkan figur-figur yang rajin meminum jamu.

Inovasi tampilan serta visualisasi jamu menjadi lebih modern menjadikan jamu makin diterima oleh generasi muda dan mendorong mereka untuk membeli produk tersebut.

Aroma jamu yang cenderung kurang mengenakkan serta rasanya yang pahit menjadi alasan generasi muda enggan untuk mengonsumsi jamu.

Baca Juga: 12 Ciri Ciri PCOS pada Wanita, Ketahui Penyebab dan Pengobatan yang Tepat

Dengan demikian, jamu bisa digabungkan dengan minuman atau bahan lain. Namun, tetap harus memperhatikan kandungannya agar khasiat jamu tidak hilang.

Adanya inovasi dari berbagai produk jamu tetap saja jamu gendong menjadi yang paling dikenal oleh masyarakat. Disebut jamu gendong karena dijual dengan cara menggendong bakul yang berisikan botol-botol jamu.

Konon, pelopor istilah jamu gendong berasal dari daerah Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah. Hal itu, bisa menjadi bukti bahwa warisan jamu masih tetap terjaga hingga saat ini.

 Baca Juga: Hewan Menjijikan Muncul di Rumah? Waspada Bisa Jadi Kena Guna-guna

Penulis: Delia Enggar Sugiana

Editor : Dwi Siswanto
#unesco #asal muasal kata jamu #minuman indonesia mendunia