Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kronologi Dokter Muda India ‘Mounita Debnath’ Tewas Diperkosa, Picu Aksi Mogok Kerja Massal

Halo Jember • Selasa, 20 Agustus 2024 | 01:27 WIB

 

Moumita Debnath dokter muda korban pemerkosaan. Foto: Kolase akun X @ScariestProject/ @sayyada_bano
Moumita Debnath dokter muda korban pemerkosaan. Foto: Kolase akun X @ScariestProject/ @sayyada_bano

HALOJEMBER.COM - Dunia medis kembali dikejutkan oleh berita mengejutkan, kali ini dari India. Setelah sebelumnya masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kematian Dokter Aulia Risma Lestari, kini publik dihadapkan pada kasus memilukan lainnya.

Seorang dokter muda bernama Moumita Debnath dari India ditemukan tewas setelah diperkosa dan dibunuh.

Kisah tragis ini dengan cepat menjadi viral di media sosial X, di mana tagar #JusticeForMoumita menjadi trending.

Kasus ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat, khususnya tenaga kesehatan di India, yang merasa terpukul dengan kejadian ini.

Sebagai bentuk protes, ribuan dokter dan perawat di India melakukan unjuk rasa dan mogok kerja, menuntut keadilan bagi rekan mereka.

Kronologi Kejadian

Diketahui bahwa Dokter Moumita merupakan peserta program spesialis di R. G. Kar Medical College and Hospital.

Wanita berusia 31 tahun tersebut ditemukan tewas setelah menjalani shift kerja selama 36 jam.

Jenazah Dokter Moumita ditemukan pada 9 Agustus 2024. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa sebelum meninggal, ia menjadi korban pemerkosaan, dengan bukti ditemukannya cairan sperma sebanyak 150ml di tubuhnya.

Sebelum ditemukan tewas, rekan-rekan kerjanya melaporkan bahwa Moumita sempat menghilang. Ia terakhir terlihat menuju ruang seminar di kampus untuk beristirahat setelah bekerja.

Dilaporkan, Dokter Moumita sempat beristirahat pada pukul 02.00 dini hari waktu Kolkata, India.

Setelah dilaporkan hilang, pencarian pun dilakukan, dan Dokter Moumita ditemukan sudah tidak bernyawa. Tubuhnya ditemukan dalam keadaan setengah telanjang dengan luka-luka yang menunjukkan tanda-tanda serangan brutal.

Hasil autopsi mengungkapkan bahwa ia mengalami pemerkosaan dan dicekik hingga tewas. Laporan tersebut juga merinci luka-luka parah di bagian alat kelamin, wajah, dan bagian tubuh lainnya, menunjukkan adanya perlawanan keras sebelum kematiannya.

Terdapat luka serius di sekujur tubuhnya, termasuk pendarahan dari mata dan mulut, serta luka di wajah, kuku, dan kaki kiri. Luka-luka ini menjadi bukti adanya kekerasan seksual dengan pendarahan dari vagina dan luka di perut. Juga ditemukan luka di pergelangan kaki kiri, leher, jari manis kanan, dan bibir.

Reaksi publik terhadap kejahatan ini adalah kengerian dan ketidakpercayaan. Komunitas medis di Kolkata dan seluruh India bergerak cepat menuntut keadilan bagi Dr. Debnath.

Protes pun meletus, bukan hanya di Kolkata, tetapi di berbagai wilayah India, dengan tagar #JusticeForMoumita bergema di berbagai media sosial.

Awalnya, polisi memberi tahu ayah korban bahwa ia meninggal karena bunuh diri. Namun, setelah dilakukan autopsi, dipastikan bahwa korban meninggal setelah diperkosa dan dicekik. Baca Juga: Profil Azizah Salsha, Istri Pesepak Bola Indonesia yang Diduga Selingkuh dengan Salim Nauderer

Keluarga korban percaya bahwa lebih dari satu orang terlibat dalam pemerkosaan ini, mengacu pada hasil autopsi.

Namun hingga kini, polisi hanya menahan Sanjay Roy, yang headset Bluetooth-nya ditemukan di dekat tubuh korban.

Bahkan, dalam tubuh korban ditemukan sekitar 150 gram sperma, yang mana satu pria dewasa hanya dapat menghasilkan sekitar 15 gram. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku lebih dari 15 orang.

Dalam hasil autopsi juga terungkap bahwa tubuh Dr. Moumita penuh dengan luka, termasuk pendarahan di mata dan mulut, serta luka serius di area genital.

Selain itu, sebuah postingan di X oleh @sharfuddinm2013 memuat rekaman suara yang mengatakan, "Sebuah mayat. 18-20 pria. 113 bekas gigitan."

Selama serangan berlangsung, dilaporkan ada dua orang yang memegang tangan Moumita, salah satunya adalah teman wanitanya. Baca Juga: Buntut Kasus Pembunuhan Dokter Muda di Kolkata, Begini Tanggapan Pemerintah Atas Seruan Aksi Keadilan

Reaksi terhadap kejahatan ini sangat keras, dengan komunitas medis di Kolkata dan seluruh India mendesak keadilan bagi Dr. Debnath.

Protes yang terjadi tidak hanya di Kolkata tetapi di berbagai kota di India, dengan banyak orang menggelar aksi menyalakan lilin dan pawai untuk menghormati Dr. Debnath, serta menuntut peningkatan langkah-langkah keamanan di rumah sakit.

Penyelidikan atas pembunuhan Dr. Debnath akhirnya mengarah pada penangkapan Sanjay Roy, seorang relawan sipil yang bekerja di bagian manajemen bencana Kepolisian Kolkata. 

Roy, yang memiliki catatan kekerasan dalam rumah tangga dan sering mengunjungi rumah sakit, ditangkap setelah headset Bluetooth-nya ditemukan di lokasi kejadian.

Meskipun sudah ada penangkapan, publik terus mendesak adanya penyelidikan yang lebih mendalam, dengan banyak pihak yang menuntut agar kasus ini diselidiki oleh Biro Investigasi Pusat (CBI) untuk menjamin imparsialitas dan transparansi.

Orang tua korban juga melaporkan dugaan keterlibatan beberapa dokter dan mahasiswa magang di RG Kar, menambah kompleksitas investigasi ini. Baca Juga: Tagar Justice For Nova Berbuah Hasil, Penerbit Tarik Buku Plagiat dari Pasaran

Hingga kini, tagar #JusticeforMoumita terus ramai di sosial media X dan Instagram.

 

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#pemerkosaan #dokter Moumita Debnath #kriminal