Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Siap Digantung! Siapa Sebenarnya Sanjoy Roy, Pelaku Utama Pemerkosaan dan Pembunuhan Dokter Muda India

Halo Jember • Rabu, 21 Agustus 2024 | 14:00 WIB

 

Tersangka utama pemerkosaan dan pembunuhan di Kolkata. Foto: X @yourstithi
Tersangka utama pemerkosaan dan pembunuhan di Kolkata. Foto: X @yourstithi

HALOJEMBER.COM - Sanjoy Roy, tersangka utama dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang dokter magang di Kolkata, India, diketahui memiliki latar belakang kekerasan terhadap perempuan.

Menurut laporan dari Pakistan Today pada Senin, 19 Agustus 2024, pria berusia 33 tahun ini diduga melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang dokter perempuan di RG Kar Medical College and Hospital.

Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat Roy memasuki gedung rumah sakit sekitar pukul 04.00 pagi dengan mengenakan earphone Bluetooth di lehernya.

Sekitar 40 menit kemudian, Roy tampak meninggalkan gedung tanpa earphone tersebut.

BACA JUGA: Kronologi Dokter Muda India ‘Mounita Debnath’ Tewas Diperkosa, Picu Aksi Mogok Kerja Massal

Penyidik menemukan perangkat itu di dekat jasad korban, dan analisis mengungkapkan bahwa earphone tersebut terhubung dengan ponsel Roy, yang secara langsung mengaitkannya dengan kejadian tragis tersebut.

Hasil autopsi korban yang berusia 31 tahun mengonfirmasi bahwa ia mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh.

Laporan tersebut juga menunjukkan adanya berbagai luka, tanda-tanda perlawanan, noda darah, bekas cakaran, dan tulang selangka yang patah.

Profil Sanjoy Roy

Sanjoy Roy ditangkap pada 10 Agustus dan kini berada dalam tahanan yudisial selama 14 hari. Roy, yang telah menjadi sukarelawan sipil dengan Kelompok Manajemen Bencana Kepolisian Kolkata sejak 2019, sebelumnya ditugaskan di Sel Kesejahteraan Polisi.

BACA JUGA: Buntut Kasus Pembunuhan Dokter Muda di Kolkata, Begini Tanggapan Pemerintah Atas Seruan Aksi Keadilan

Tugasnya di pos polisi rumah sakit memberinya akses ke berbagai departemen dalam fasilitas tersebut.

Beberapa sumber mengungkapkan bahwa Roy kerap berpura-pura menjadi polisi dengan mengenakan seragam yang mirip dan memanfaatkan koneksinya untuk tinggal di barak.

Ia juga dilaporkan sering terlibat dalam insiden kekerasan di rumah sakit, termasuk memeras keluarga pasien dengan meminta uang sebagai imbalan untuk mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ponsel Roy berisi beberapa klip kekerasan dan pornografi. Roy juga dikabarkan mengakui perbuatannya tanpa menunjukkan rasa penyesalan. Kepada polisi, ia dilaporkan berkata, “Jika Anda mau, Anda bisa menggantung saya,” seperti yang dilaporkan oleh media setempat.

Tetangga Roy mengungkapkan bahwa ia telah menikah beberapa kali, dengan tiga istri sebelumnya meninggalkannya karena perilaku kasarnya. Istri keempatnya meninggal akibat kanker tahun lalu.

Mereka yang mengenal Roy menggambarkannya sebagai pria dengan pola kekerasan terhadap perempuan yang konsisten, dan mereka juga mencatat kebiasaannya pulang larut malam dalam keadaan mabuk.

.

Meskipun bukti yang mengaitkan Roy dengan kejahatan ini terus bertambah, ibunya tetap bersikeras bahwa anaknya tidak bersalah dan dijebak. Ia mengklaim bahwa Roy dipaksa untuk mengakui kejahatan tersebut karena ada tekanan dari polisi.

“Anak saya tidak bersalah. Dia telah mengakui kejahatan tersebut di bawah tekanan polisi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil dalam menangani kasus ini.

Ia menyatakan bahwa jika polisi gagal menyelesaikan penyelidikan hingga hari Minggu, maka kasus ini akan diserahkan kepada Biro Investigasi Pusat (CBI) untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

 

 

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#kekerasan seksual #pemerkosaan #dokter muda india #Dr Moumita Debnath