Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kok Bisa Kereta Logawa ‘Nyangkut’ di Terowongan Garahan. Berikut Sejarah KA Logawa

Halo Jember • Kamis, 9 Januari 2025 | 03:42 WIB

Kereta api Logawa tersangkut di terowongan Garahan (Radar Banyuwangi)
Kereta api Logawa tersangkut di terowongan Garahan (Radar Banyuwangi)

HALOJEMBER – Kereta api Logawa dengan relasi Purwokerto – Jember PP atau sebaliknya tersebut menjadi salah satu kereta yang mendapatkan pemugaran.

Kereta api Logawa yang awalnya kereta api ekonomi pada umumnya, seperti Kereta Api Sri Tanjung dan kawan-kawan. Saat ini lebih naik kelas.

Tampilannya lebih kece, body dalamnya pun dipugar total. Bahkan, lebih di atas kereta api kelas bisnis.

Kereta Logawa ini gerbongnya diubah total dengan nama sekarang KA Logawa Logawa Stainless Steel New Generation.

Body yang menawan di KA Logawa rupanya tidak bisa mulus melewati Terowongan Garahan.

Informasi yang beredar di sejumlah platform sosial media Instagram maupun X, terdapat unggahan foto KA Logawa New Generation ini tersendat saat masuk Terowongan Garahan.

Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper
Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper

Kok Bisa Masuk Terowongan Garahan?

Terowongan garahan termasuk terowongan yang cukup legendaris. Dibangun saat pemerintahan Hindia – Belanda dulu.

Terowongan Garahan menjadi mahakarya arsitektur membelah bukit yang cukup tinggi yang berada di perbatasan Jember – Banyuwangi.

Terowongan kereta api yang berbatasan Banyuwangi – Jember ini, masih aktif dan setiap hari dilewati kereta api.

Seperti kereta api eksekutif Blambangan – hingga kelas ekonomi lokal yaitu KA Pandanwangi. Sementara, KA Logawa melintasi terowongan garahan adalah uji coba.

Dari informasi yang beredar di sejumlah platform sosial media Instagram maupun X, uji coba rangkaian itu mengalami kendala teknis.

Yakni bodi kereta KA Logawa yang stainless steel itu mengalami gangguan di terowongan garahan.
Bodi KA Logawa itu terlalu mepet dengan dinding terowongan. Sehingga menjadi penyebab utama gangguan tersebut.

Kondisi terowongan yang menikung atau berbelok semakin memperumit uji coba ini.

Tentang KA Logawa Stainless Steel New Generation

KA Logawa pertama kali beroperasi pada 21 April 1999. Bahkan, dulu pernah melayani hingga Stasiun Cilacap.

Dalam perjalanan menuju Purwokerto, rangkaian kereta tersebut dibagi menjadi dua saat tiba di Stasiun Kroya: melanjutkan perjalanan ke Cilacap dan melanjutkan perjalanan ke Purwokerto.

Sejak 1 Januari 2019, kereta api ini merupakan satu dari lima layanan kereta api kelas ekonomi yang mengalami perubahan tarif dari subsidi menjadi komersial (non-PSO).

Sejak 1 November 2019, kereta api ini ditambahkan layanan kelas bisnis sehingga menjadi satu-satunya kereta api penumpang di Indonesia dengan layanan kelas campuran bisnis dan ekonomi.

Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Gun Gun Nugraha menjelaskan KA ini disebut ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar biosell.

"Ini adalah kereta New Generation dari sisi bodi dan sarananya pun stainless steel secara teknologi ini luar biasa, ramah lingkungan. Kereta pembangkitnya sudah menggunakan biosell yang betul-betul kita beradaptasi green nation," kata Gun Gun kepada wartawan, Rabu (18/9/2024).

Menurut dia, dari segi kenyamanan sudah lebih baik dari gerbong sebelumnya. Karena kemiringan tempat duduk bisa diatur.

"Kereta makannya pun ada fasilitas tempat ibadah, tempat makan yang nyaman dinikmati pelanggan. Serta kita memberikan dashboard digital, informasi perjalanan kereta api maupun informasi lainnya terkait perjalanan Logawa," jelasnya.

Editor : Halo Jember
#Terowongan Garahan #Kereta Api Logawa