Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengapa Perang Sarung hingga Balap Liar Jadi Antensi Polres Jember Selama Ramadan

Dwi Siswanto • Sabtu, 8 Maret 2025 | 12:55 WIB

 

POLRES JEMBER SIAGAKAN: Petugas Kepolisian Jember melakukan patroli di jam rawan Ramadan untuk antisipasi pelanggaran.
POLRES JEMBER SIAGAKAN: Petugas Kepolisian Jember melakukan patroli di jam rawan Ramadan untuk antisipasi pelanggaran.

 

HALO JEMBER - Tingkat kriminalitas di wilayah Jember pada pekan pertama bulan Ramadan dilaporkan cukup rendah.

Meski begitu, potensi pelanggaran di masyarakat masih harus diantisipasi. Seperti konflik sosial yang jadi atensi ketika memasuki jam rawan Ramadan.

Konflik sosial yang menjadi sorotan Polres Jember cukup beragam. Meliputi, aksi perang sarung, hingga balap liar antar kalangan remaja.

Gesekan antar komunitas dan perguruan silat juga jadi perhatian, utamanya saat memasuki waktu ngabuburit hingga menjelang sahur.

Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengatakan, momen ngabuburit jelang berbuka puasa hingga memasuki pasca-salat tarawih dan menjelang sahur menjadi jam rawan terjadi konflik sosial.

“Ini yang dilakukan untuk antisipasi dengan meningkatkan kegiatan patroli, setidaknya dua pertiga kekuatan kepolisian diterjunkan,” katanya, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Tidak sedikit pelanggaran ketertiban yang sudah ditemukan sejak awal puasa. Seperti konflik sosial yang menyebabkan perang sarung antar remaja, masalah peredaran miras jenis arak, hingga temuan kasus prostitusi dan perjudian.

“Untuk perang sarung ini ada temuan batu di dalam sarung, kejadiannya di daerah Patrang. Temuan penjualan miras dalam bentuk arak juga ada di beberapa kecamatan. Kegiatan prostitusi dan judi juga masih ditemukan walaupun angkanya rendah,” tambahnya.

Terdapat sejumlah titik rawan yang jadi sasaran patroli selama Ramadan.

Seperti kawasan Jalan Lintas Selatan (JLS) untuk mengantisipasi aksi balap liar.

 

Sementara, sejumlah areal kota juga ikut jadi perhatian sebagai antisipasi pelanggaran lain.

“Ada beberapa titik yang diantisipasi, tentunya di wilayah kota, kemudian kawasan pesisir seperti JLS, ada juga daerah yang memiliki potensi konflik cukup besar. Ini yang kami pantau,” pungkasnya. (has/dwi) Baca Juga: Kisah Habib Ali Ponakan Habib Sholeh Tanggul Jember, Berjuang Demi NKRI Berakhir di Kaki Gunung Gumitir

Editor : Dwi Siswanto
#jember #perang sarung #balap liar #Kapolres Jember #polres jember