Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mulai Evaluasi Program Gus Fawait, Layanan Wadul Guse

Dwi Siswanto • Senin, 24 Maret 2025 | 11:55 WIB
PASLON NOMOR 2: Fawait-Djoko di sela-sela pengundian nomor urut. (YULIO FA/RADAR JEMBER)    
PASLON NOMOR 2: Fawait-Djoko di sela-sela pengundian nomor urut. (YULIO FA/RADAR JEMBER)  

SUMBERSARI, Radar Jember - Program layanan Wadul Guse yang diluncurkan Bupati Jember Muhammad Fawait sejauh ini masih terbuka menerima setiap keluhan masyarakat. Sejak launching sepekan lalu, Bupati Fawait mengaku banyak menerima berbagai keluhan dan aspirasi dari warga Jember.

“Wadul Guse adalah inovasi baru yang belum ada di kabupaten lain, baru di Jember yang ada. Karena ini program baru, tentu ada kelebihan dan kekurangan,” kata Fawait.

Pihaknya merasa salah satu program yang ia luncurkan itu bisa lebih mendekatkan birokrasi dengan masyarakat. Sebab, begitu ada keluhan dari warga, bisa langsung terintegrasi dengan OPD terkait. Termasuk terhubung ke tab miliknya.

Oleh karena itu, demi mendukung layanan tersebut tetap prima, ia mengaku terus mengevaluasi program layanan Wadul Guse.

“Kami mengevaluasi program Wadul Guse ini. Bahkan Wadul Guse sudah ada beberapa yang realisasi. Termasuk ada keluhan fakir miskin sakit, kami gratiskan. Kami ada anggaran, kami gratiskan. Ada beberapa, bisa dicek datanya. Karena Wadul Guse itu juga langsung masuk ke tab saya,” jelasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jember itu menegaskan bahwa tidak semua aduan maupun keluhan warga bisa tereksekusi. Sebab, jika berimplikasi terhadap anggaran, maka pemerintah harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

Antara mengalokasikan saat Perubahan APBD Tahun 2025 atau saat APBD tahun anggaran 2026. “Setiap aduan/keluhan yang berimplikasi kepada anggaran, kami lihat dulu. Kalau tidak tersedia, harus nunggu saat Perubahan APBD 2025. Kalau itu besar, maka di APBD 2026,” jelas dia.

Namun, jika masih dirasa mampu, lanjut dia, maka keluhan tersebut langsung bisa tereksekusi.

“Seperti keluhan soal toilet Alun-Alun Jember kemarin, bisa teratasi. Kemudian, keluhan orang sakit, sudah kami lakukan dan kami gratiskan,” jelasnya.

Tak hanya menerima keluhan, Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengaku juga disodori proposal melalui layanan Wadul Guse. Karena terbatas pada anggaran, pihaknya hanya bisa menampung. (mau/c2/dwi)

 

 

 

Editor : Dwi Siswanto
#Gus Fawait #Wadul Guse #evaluasi program