Angin kencang telah merusak banyak kebun ubi di Pasirian. Tanaman ubi kayu yang dulunya tumbuh dengan baik sekarang rebah ke tanah dengan batang yang patah dan daun yang mulai menguning.
Kondisi ini membuat petani khawatir akan potensi kerugian yang besar karena tanaman tidak dapat dipanen dalam kondisi optimal.
Indah salah satu petani di Pasirian mengungkapkan bahwa kondisi cuaca beberapa hari terakhir sangat berpengaruh terhadap hasil panen nanti.
"Anginnya sangat kencang. Dalam semalam saja, hampir semua tanaman ubi di kebun saya roboh. Kalau begini, panen bisa gagal total dan saya mengalami kerugian besar," kata Indah, seorang petani di Pasirian.
Tidak hanya tanaman ubi yang terkena dampak kerusakan ini, tetapi juga komoditas pertanian lainnya, seperti jagung dan pisang, yang banyak dibudidayakan di sekitar Pasirian.
Beberapa petani bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki tanaman yang masih bisa diselamatkan, meskipun hasil panen mungkin tidak akan maksimal.
Tidak hanya para petani yang mengalami dampak dari cuaca buruk ini, tetapi juga pedagang yang bergantung pada hasil panen untuk dijual di pasar tradisional.
Beberapa pedagang mengatakan bahwa harga ubi dan komoditas lain mungkin naik dalam waktu dekat karena pasokan petani berkurang.
Peringatan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan telah dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.
Para petani diminta untuk tetap waspada dan mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi kerusakan yang lebih besar.
Baca Juga: Seperti Apa Tim Khusus yang Membantu Bupati Jember Gus Fawait? Pastikan Pembentukan Tim Khusus Patuhi Regulasi
Sementara itu, Dinas Pertanian setempat sedang mempertimbangkan untuk memberikan bantuan kepada petani yang terkena dampak melalui program pemulihan pertanian pascabencana atau subsidi pupuk.
Upaya mitigasi dan dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan bahwa sektor pertanian dapat bertahan di tengah kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi.
Petani di Pasirian dan daerah sekitarnya diharapkan lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Penulis: MG25 Ali Rido Mahbub
Editor : Halo Jember