HALO JEMBER, Radar Jember – Korban dugaan pelecehan seksual berinisial DF resmi melaporkan pemilik grup musik Contang Nada berinisial DY ke Polres Jember pada Senin siang (21/4). DF datang didampingi kuasa hukum dan sejumlah rekannya untuk mengadukan peristiwa yang dialaminya di Desa Sumuran, Kecamatan Ajung.
Kuasa hukum korban, Achmad Faiz, menyatakan, pelaporan itu dilakukan karena terduga pelaku tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan masalah.
“Kami pikir pemilik grup musik tersebut akan menunjukkan rasa bersalah dan menyerahkan diri. Namun, kenyataannya tidak demikian, sehingga kami memutuskan untuk menempuh jalur hukum,” ungkapnya.
Korban melaporkan DY dengan jeratan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, khususnya pasal 6. Kejadian tersebut disebut terjadi pada Jumat, 18 April 2025, saat DF tengah menjalani pekerjaannya sebagai penyanyi di sebuah acara pernikahan di daerah Ajung.
Dalam laporan tersebut, korban juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti guna memperkuat dugaan pelecehan.
Proses pelaporan masih berlangsung di ruang SPKT dengan pengamanan ketat. Ia juga menyebut kondisi korban yang sempat syok, namun kini mulai stabil. “Barang bukti sudah kami lengkapi.
Untuk detailnya belum bisa kami sampaikan ke publik saat ini. Kemarin, korban masih sangat trauma. Tapi, kami terus sarankan bahwa melaporkan pelaku adalah langkah yang tepat untuk menuntut keadilan,” jelas Faiz.
Peristiwa ini mencuat setelah DF menginformasikan rekaman video pascakejadian kepada beberapa rekan penyanyi, sebelum akhirnya membagikan ceritanya ke media. Dugaan pelecehan terjadi saat DF sedang beristirahat di sela penampilannya.
DY diduga menarik korban ke kamar mandi dan melakukan tindakan pelecehan seksual hingga nyaris memperkosa. Beruntung, korban berhasil melarikan diri dengan mendorong pelaku.
Baca Juga: Mengenal Bulu Perindu, Mitos, Ciri dan Manfaatnya
Sementara itu, Kasi Humas Polres Jember Iptu Siswanto mengatakan, terkait laporan tersebut nanti akan diinformasikan lebih lanjut. “Nunggu konfirmasi dari satreskrim, besok kami informasikan,” terangnya kemarin (22/4). (c2/dwi) Baca Juga: Waspada! Arti Nasi Basi dalam Primbon Jawa Beri Pertanda Hal Buruk, Kiriman Santet dan Keluarga Sakit
Editor : Dwi Siswanto