SIDOMULYO, Halojember.jawapos.com – Kecelakaan bermula ketika truk bermuatan kotoran ayam itu melaju dari arah Jember ke Banyuwangi.
Truk itu terguling di tikungan Mbah Singo, tepatnya di Km 36.800dan menutup jalan.
Sebanyak 350 sak kotoran ayam yang hendak dikirim ke Bali itu terlempar. Akibat insiden itu, arus lalu lintas tersendat dan terjadi kemacetan.
Baca Juga: INI Penjelasan IKAN MABUK dari Pakar Biologi, Apa Benar Mabuknya Karena Alkohol Seperti Manusia?
Meski membuat kemacetan selama evakuasi, kecelakaan itu tidak sampai merenggut korban jiwa.
Sebelum kecelakaan, sopir truk bernama Hariyanto, 37, warga Dusun Krajan, Desa Dawuan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, melaju dari arah Jember ke Banyuwangi. Begitu sampai di tikungan Mbah Singo, truk tiba-tiba miring.
Sopir sempat berusaha mempertahankan kemudi. Namun, di jalan menurun itu truk terus miring hingga terguling.
Kecelakaan tunggal ini membuat jalan setempat langsung tersendat. Sebab, truk memakan separo jalan nasional.
“Sebelum kecelakaan, berpapasan dengan truk tangki dari arah berlawanan. Karena mengambil jalan keluar marka, saya mengurangi laju truk. Nahas, saat pelan-pelan, truk oleng dan terguling,” kata sopir asal Situbondo itu.
Baca Juga: Siapkan Diri Hadapi UTBK! Latihan Soal Jadi Kunci Sukses Masuk PTN Favorit
Kanitlantas Polsek Silo Aipda Dwi Cahyo Utomo mengatakan, salah satu penyebab kecelakaan di jalan nasional itu akibat kondisi jalan yang miring.
“Apalagi ketika berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan. Secara otomatis, sopir dari arah Jember akan mengurangi laju kendaraan. Ketika hendak berjalan, biasanya mulai kehilangan kendali, karena selain menurun, jalannya miring,” ucapnya.
Jalan di tikungan Mbah Singo yang pertama, kondisinya memang miring. Jalan aspal semakin miring karena ada retakan baru.
“Bahkan di lokasi yang sama juga sudah terjadi dua kali kecelakaan tunggal yang menimpa truk yang datang dari arah Jember,” jelasnya.
Untuk mengevakuasi truk yang terguling, truk ditarik menggunakan truk lain dan dengan tenaga puluhan pengguna jalan.
“Sebelum dievakuasi, arus lalin dari Jember dan Banyuwangi diberlakukan dengan sistem buka tutup. Proses evakuasi baru selesai sekitar pukul 09.30,” kata Cahyo.
Dia meminta agar semua sopir kendaraan lebih hati-hati. Khususnya sopir kendaraan berat.
Baca Juga: Suzuki Swift Lawas: Hatchback Bergaya Eropa yang Masih Jadi Incaran
Sebelumnya, kecelakaan tunggal juga sempat terjadi di lokasi yang sama. Itu menimpa truk pengangkut 8 ton minyak goreng.
Kecelakaan itu terjadi pada Rabu (23/4) malam. Akibatnya, ratusan dus berisi minyak goreng dan bahan sembako berserakan di jalan. (jum)
Editor : Sidkin