Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kronologi Lengkap Truk TNI AD Yonif 509 Jember Terbakar dan Meledak di Tol Gempol Pasuruan

Sidkin • Rabu, 7 Mei 2025 | 03:30 WIB
PASTIKAN AMAN: Petugas TNI berada di lokasi truk muatan amunisi TNI yang terbakar di ruas tol Gempol, Senin malam. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
PASTIKAN AMAN: Petugas TNI berada di lokasi truk muatan amunisi TNI yang terbakar di ruas tol Gempol, Senin malam. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

 

PASURAN, Halo Jember - Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Noor Iskak menjelaskan kronologi insiden kebakaran dan ledakan truk TNI AD yang terjadi di KM 774 ruas tol Gempol-Pandaan, Senin malam (5/52025).

Dandim Noor Iskak menjelaskan secara utuh peristiwa itu. Dia menyebut, truk yang terbakar itu milik Raider 509 Jember.

Tragedi yang menyebabkan satu prajurit TNI AD meninggal dunia itu berawal kegiatan pergeseran pasukan yang dilaksanakan oleh Yonif 509/BY Divif 2 Kostrad (Jember).

Rombongan Senin malam (5/5) itu mendarat di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Selanjutnya kembali pulang ke satuannya di Jember usai bertugas di Papua.

Dari Surabaya, rombongan diperkirakan berangkat sekitar pukul 21.00. Konvoi rombongan itu terdiri dari empat truk yang melintasi ruas jalan tol.

Sekitar pukul 21.40-an, petaka itu terjadi. Tepatnya di KM 744+350A ruas tol Gempol-Pandaan, truk yang berada di nomor dua saat konvoi tiba-tiba alami gangguan.

“Kendaraan kedua dari belakang (nomor 3) kelihatan api (dari kendaraan di depannya/ nomor 2). Selanjutnya yang belakang memberi tahu bahwa kendaraan di depan ada api, agar berhenti,” ujar Dandim saat memberikan rilis resmi di Makodim 0819 Pasuruan, Selasa (6/5/2025).

Selanjutnya dua personel TNI yakni Serka Untung Avisilia dan Serma Leonardus Dhino Adi Setiawan turun dan melakukan pengecekan di bagian yang diduga terbakar tersebut.

Namun tak berselang lama, tiba-tiba api yang membakar itu disertai ledakan hebat.

Dua anggota TNI yang berada di truk nomor 3 yang turun untuk memberi tahu truk nomor 2 berhenti pun langsung berupaya mencari perlindungan.

“Usai terjadi ledakan, mencari perlindungan. Di sisi kanan ada tembok pembatas tol dengan tinggi 1 meteran. Begitu mendengar ledakan, anggota berinisial U melompat ke pembatas tol dengan harapan terlindung dari ledakan amunisi itu,” jelas Noor Iskak.

Sementara di lokasi saat itu gelap. Anggota yang melompat untuk berlindung itu tak menyadari bahwa terdapat semacam gorong-gorong.

“Karena kejadian malam, gelap, saat melompat itu ke gorong-gorong. Tingginya kurang lebih 7-10 meter,” terangnya.

Akibatnya, Serka Untung meninggal dunia. Sementara Serma L Dhino Adi S mengalami patah tulang paha kanan.

Kedua korban, ditegaskan oleh Dandim, bukan akibat dampak kobaran api atau ledakan amunisi yang dimuat truk tersebut.

Akan tetapi keduanya mengalami kecelakaan saat berusaha menyelamatkan diri dari insiden tersebut.

Mengenai penyebab kebakaran itu, pihak TNI, kata dia, masih melakukan penyelidikan.*

Editor : Sidkin
#truk terbakar #Truk TNI terbakar #tni #tni ad #ledakan