SIDOMULYO, Halo Jember – Retakan dan longsoran Jalur Gumitir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember makin parah.
Hal itu disebabkan volume kendaraan yang mengalami peningkatan beberapa hari terakhir.
Peningkatan itu terjadi jelang ditutupnya jalur yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Banyuwangi tersebut.
Tak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat hingga truk bermuatan lebih dari 8 ton terus melintas. Hal ini memperparah kondisi retakan dan longsoran tersebut.
Seperti diketahui, Jalur Gumitir bakal ditutup total mulai 24 Juli hingga 24 September 2025 mendatang.
Sementara retakan dan longsor terjadi di sekitar Tikungan Mbah Singo, tepatnya di KM 36.00.
Tak hanya itu, muncul retakan baru di KM 37.600 atau di sekitar warung Kokap.
Retakan itu memang tidak memakan hampir semua jalan, sehingga kendaraan masih bisa melintas dengan sistem buka tutup.
Meski demikian, peningkatan volume kendaraan menyebabkan retakan menjadi lebih parah.
Oleh karena itu, Satlantas Polres Jember bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali melakukan pengecekan di lokasi.
Pengecekan dilakukan oleh KBO Satlantas Polres Jember Ipda Robert, Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah, Kanit Lantas Polsek Silo Aipda Dwi Cahyo Utomo, dan PPK Wilayah 1.4 Provinsi Jatim Satiya Wardhana.
Di lokasi, tanda longsoran dan garis polisi juga sudah terpasang. Hal itu sebagai penanda agar pengendara yang melintasi jalan itu lebih berhati-hati dan waspada.
Sebab longsor lanjutan masih berpotensi terjadi kembali mengingat beberapa hari terakhir Jember juga diguyur hujan.
"Kepada semua sopir yang melintas di jalur Gumitir agar lebih berhati-hati. Utamanya sopir truk dengan muatan berat dari arah Jember," ujarnya.
Dia mengingatkan agar seluruh pengendara mengikuti arahan dari relawan yang ada di lokasi longsoran tersebut.
"Kami terapkan sistem buka tutup di lokasi," pungkasnya. (jum/kin)
Editor : Sidkin