Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Saat Ditanya Soal Sound Horeg, Gubernur Jatim Khofifah Menyebut Kalimat Tauhid Laailaahaillallah

Sidkin • Jumat, 1 Agustus 2025 | 04:35 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Sekolah Rakyat di Jember, Kamis (31/7/2025).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Sekolah Rakyat di Jember, Kamis (31/7/2025).

JEMBER, Halo Jember - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja di Jember, Kamis (31/7/2025).

Pada kunjungan itu, ada hal menarik dari pernyataan Gubernur Khofifah saat ditanya wartawan soal sound horeg. Gubernur menjawabnya dengan kalimat tauhid.

 

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jatim tengah merancang aturan penggunaan sound horeg yang semakin sering digunakan di berbagai wilayah.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penataan ini penting demi menjaga ketertiban umum sekaligus melindungi masyarakat dari beberapa dampak sound horeg.

Baca Juga: Viral! Majelis Dugem Syari, Pengajian Gus Iqdam di Pacitan Pakai Musik Dj dan Sound Horeg

Pembahasan regulasi ini telah dilakukan pada pekan lalu. Melibatkan berbagai pihak dengan sudut pandang yang beragam, termasuk dari sisi agama, budaya, hukum, lingkungan, dan kesehatan.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Kamis (24/7), seluruh pihak sepakat bahwa penggunaan sound horeg perlu diatur secara bijak dan terukur.

Nah, dalam kunjungan kerjanya ke Jember, Khofifah menjelaskan bahwa aturan penggunaan sound horeg tengah dibahas.

"Kami koordinasi dengan Polda. Itu harus diatur. Jadi semua membutuhkan sound system. Tinggal volumenya diatur, untuk acara apa dan di mana. Sedang diformulasikan bersama Pak Kapolda,” jelasnya.

Baca Juga: Dampak Positif dan Negatif Sound Horeg di Jember, Serta Kontroversi, Regulasi, dan Upaya Penataan Ulang

Namun saat itu, salah satu wartawan kembali bertanya. "Sudah ada aturan dari Pemprov?" tanyanya.

Khofifah lantas menjawab dengan kalimat tauhid.

"Laailaahaillallah..," kata Khofifah.

Selanjutnya ia meminta agar wartawan mendengarkan kembali rekaman wawancara itu.

 

Untuk diketahui, sound horeg dikenal karena penggunaan pengeras suara dengan volume tinggi dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Kekuatan suara yang melebihi ambang batas aman, yakni di atas 85 desibel, dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan hingga membahayakan kesehatan masyarakat jika berlangsung dalam waktu lama.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi melihat perlunya regulasi yang jelas sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam mengendalikan fenomena ini.

Baca Juga: Pro dan Kontra Sound Horeg, Hiburan Tapi Banyak Menimbulkan Kerugian

Hingga saat ini, bentuk pasti dari aturan tersebut belum ditentukan, apakah akan berupa Peraturan Gubernur, Surat Edaran, atau Surat Edaran Bersama.

Meski begitu, Khofifah menekankan bahwa regulasi tersebut juga harus memberi ruang bagi hiburan rakyat agar budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat.

 

 

“Banyak kegiatan yang biasanya melibatkan penggunaan sound horeg. Maka 1 Agustus sudah harus final,” tegasnya pada Jumat (25/7) lalu. (kin)

Editor : Sidkin
#jember #Sound Horeg Haram #khofifah indar parawansa #gubernur jatim #wartawan #sound horeg