HALO JEMBER – Tragedi kecelakaan kembali terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Terbaru, sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat ( RSBS ) Jember mengalami kecelakaan maut pada Minggu (14/9) hingga sebabkan 8 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur Bromo yang terkenal rawan. Berikut deretan kasus kecelakaan di Jalur Wisata Bromo:
- Mobil Fortuner Terjun ke Jurang
Sebuah Toyota fortuner terjun ke jurang di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo pada Senin (13/5/24). Terdapat 9 penumpang dan 4 diantaranya meninggal dunia, sementara lainnya mengalami luka-luka hingga patah tulang. Kecelakaan ini diduga lantaran rem blong saat jalan menurun dan tikungan.
- Rombongan Komisioner KPU Probolinggo
Mobil yang membawa rombongan komisioner KPU Probolinggo bertabrakan dengan sepeda motor tanpa plat nomor di Desa Ngadas, Sukapura pada Rabu (17/7/24). Seorang pelajar berusia 14 tahun, pengendara motor, meninggal di lokasi kejadian. Penumpang mobil, termasuk anggota KPU, selamat tanpa luka serius.
- Jip Wisata Bromo Masuk Jurang
Kecelakaan Tunggal yang melibatkan kendaraan Hardtop bernomor polisi N 1426 RN membawa 5 orang penumpang perempuan wisatawan. Melaju dari arah Bromo ke Probolinggo, saat memasuki tikungan tajam di depan SMPN 1 Sukapura, sopir diduga kehilangan kendali kemudi sehingga menyebabkan kendaraan menabrak batas pengaman jalan dan terjun bebas ke jurang dengan posisi terbalik. Semua penumpang dan sopir selamat, namun mengalami luka-luka hingga patah tulang.
- Elf Rem Blong
Sebuah kendaraan Elf yang membawa 19 wisatawan asal Surabaya mengalami rem blong ketika turun dari jalur Bromo di Jalan Jatian, Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura pada Sabtu (17/8/24). Akibatnya Elf tersebut menabrak pengendara sepeda motor dari arah bawah. Dua orang tewas yakni pengemudi Elf dan pengendara motor, sementara 8 penumpang mengalami luka berat dan lainnya luka ringan.
Kecelakaan di jalur Bromo bukanlah fenomena baru. Banyak insiden lain yang menewaskan atau mencederai orang, baik wisatawan maupun warga lokal.
Deratan kecelakaan ini menjadi pengingat bagi wisatawan maupun pengemudi untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur Bromo.
Medan yang curam dan berkelok menuntut kondisi kendaraan prima serta sopir yang bernar-benar memahami jalur tersebut. Memastikan kondisi kendaraan, tidak melaju dengan kecepatan di atas rata-rata menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.
Penulis: Fida Nurfauziah Mufiana
Editor : Dwi Siswanto