JEMBER, Halojember.jawapos.com - Unej membongkar kasus perjokian TOEFL di lingkungan kampus, ini modusnya. Benarkah menggunakan sistem canggih?
Kasus perjokian TOEFL CBT di Universitas Jember (Unej) tak hanya memperlihatkan pelanggaran kejujuran akademik, tetapi juga mengungkap modus baru dalam praktik kecurangan digital.
Kepala UPA TIK Unej Prof Bayu Taruna Widjaja Putra, menjelaskan, pengungkapan bermula dari deteksi sistem keamanan internal terhadap aktivitas jaringan yang mencurigakan.
“Kami menemukan adanya akses jarak jauh (remote) terhadap komputer peserta ujian menggunakan kredensial mahasiswa yang menyewa layanan joki,” jelasnya.
Setelah pola lalu lintas data mencurigakan teridentifikasi, tim keamanan siber segera menuju lokasi dan mendapati para pelaku sedang beraksi.
Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa joki menggunakan metode kendali jarak jauh untuk mengerjakan soal ujian dari luar laboratorium.
Seorang mahasiswa pengguna jasa berinisial MT bahkan mengaku tertarik menggunakan layanan tersebut karena sistem pembayaran yang ditawarkan cukup menggiurkan.
“Biaya baru dibayarkan apabila berhasil lulus ujian,” ungkap Bayu.
Bayu menambahkan, modus serupa pernah ditemukan pada pelaksanaan UTBK SNBT tahun 2024.
Sehingga Unej terus memperkuat deteksi dini terhadap aktivitas digital yang tidak wajar.
“Unej terus mengoptimalkan mekanisme deteksi awal terhadap aktivitas digital yang tidak wajar,” ujarnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa teknologi juga bisa disalahgunakan untuk menipu sistem, apabila tidak diimbangi dengan kesadaran etika dan integritas. (kin)
Editor : Sidkin