Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sudah Terjadwal Berangkat Haji 2026? Yuk Cek Lagi Kesiapan Tubuh dan Mentalmu Sebelum Berangkat!

Dwi Siswanto • Sabtu, 8 November 2025 | 22:07 WIB
jadwal pemberangkatan haji  Foto diambil dari websitepixabay kiriman dari dinar_aulia (bebas royalti)
jadwal pemberangkatan haji Foto diambil dari websitepixabay kiriman dari dinar_aulia (bebas royalti)

Kesiapan fisik dan mental menjadi perhatian utama bagi calon jemaah haji 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI menegaskan bahwa hanya jemaah yang benar-benar sehat dan memenuhi syarat istitha’ah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Langkah ini diambil menyusul kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi yang memperketat aspek kesehatan calon jemaah mulai tahun depan.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah menetapkan kebijakan terbaru terkait penyakit dan kondisi kesehatan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha'ah haji untuk musim haji tahun 2026 Masehi,” kata Irfan, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Kebijakan ini bukan sekadar pengetatan, tapi bentuk upaya pencegahan agar tidak terjadi insiden kesehatan serius selama pelaksanaan ibadah.

Pemerintah ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar siap menjalani ibadah di cuaca ekstrem dan kondisi padat aktivitas fisik di Tanah Suci.

Beberapa penyakit yang masuk kategori tidak memenuhi syarat di antaranya gagal ginjal dengan ketergantungan cuci darah, gagal jantung berat, gangguan paru kronis dengan kebutuhan oksigen, hingga penyakit menular aktif seperti tuberkulosis terbuka dan demam berdarah.

Selain itu, gangguan mental berat, stroke, hingga kehamilan berisiko tinggi juga termasuk kondisi yang dinilai tidak layak untuk berangkat..

Sebagai tindak lanjut, pemerintah Indonesia akan memperketat tahap pemeriksaan kesehatan sejak dini, bahkan sebelum proses pelunasan biaya haji dimulai.

Pemeriksaan ini akan dilakukan secara berjenjang, termasuk evaluasi kesehatan lanjutan bagi calon jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis.

Selain aspek medis, pemerintah juga telah menyiapkan jadwal keberangkatan jemaah haji 2026.

Baca Juga: Makrifat Business Jadi Sentra Kerajinan Lokal dari Desa Tutul, Balung, Jember yang Mendunia lewat Tasbih

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH), jemaah gelombang pertama dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 menuju Madinah, disusul gelombang kedua pada 7 Mei 2026 langsung ke Makkah.

Puncak wukuf di Arafah akan berlangsung pada 26 Mei 2026.

Sementara itu, tahap pelunasan biaya haji reguler akan dimulai pada 19 November 2025. Tahap pertama ini diperuntukkan bagi jemaah yang tertunda keberangkatannya dan lansia prioritas.

Jika masih ada sisa kuota, pemerintah akan membuka tahap kedua bagi jemaah cadangan atau yang belum sempat melunasi.

Dengan kuota nasional sebanyak 221.000 jemaah, pemerintah berharap pelaksanaan haji tahun depan berjalan lebih tertib dan aman.

Namun, yang terpenting, calon jemaah diimbau menjaga kesehatan sejak sekarang. Persiapan bukan hanya soal administrasi dan biaya, tetapi juga kesiapan tubuh dan mental menghadapi ibadah yang membutuhkan tenaga ekstra.

Langkah ini diharapkan dapat menjadikan pelaksanaan haji 2026 lebih aman, khusyuk, dan minim insiden kesehatan, sejalan dengan semangat pemerintah untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah

 

 
Editor : Dwi Siswanto
#Menteri Haji dan Umrah #pelaksanaan Haji 2026 #tanah suci #calon jemaah haji #pemberangkatan haji